SEJARAH

Sejarah Kecamatan Alian, Permata di Timur Laut Kebumen dengan Wisata Alam 

458
×

Sejarah Kecamatan Alian, Permata di Timur Laut Kebumen dengan Wisata Alam 

Sebarkan artikel ini
Kantor_Kecamatan_Alian.Kab.Kebumen.Prop.Jateng

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecamatan Alian merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah yang berada di sebelah timur laut pusat kota. Berjarak sekitar 11 kilometer dari Kota Kebumen melalui Sruni, Alian kini semakin dikenal sebagai kawasan yang kaya potensi wisata, budaya, dan sejarah.

Dengan luas wilayah 57,750 km² dan jumlah penduduk mencapai 54.364 jiwa (27.098 laki-laki dan 27.266 perempuan), Kecamatan Alian terdiri dari 16 desa, 73 RW, dan 286 RT. Pusat pemerintahan berada di Desa Krakal.

16 Desa di Kecamatan Alian

Bojongsari, Jatimulyo, Kalijaya, Kaliputih, Kalirancang, Kambangsari, Karangkembang, Karangtanjung, Kemangguhan, Krakal, Sawangan, Seliling, Surotrunan, Tanuharjo, Tlogowulung, dan Wonokromo.

Secara administratif, Alian berbatasan dengan:

  1. Barat: Kecamatan Pejagoan
  2. Timur: Kecamatan Padureso dan Kabupaten Wonosobo
  3. Utara: Kecamatan Karangsambung
  4. Selatan: Kecamatan Kebumen dan Kecamatan Poncowarno
  5. Geografi: Lembah Eksotis di Kaki Pegunungan Serayu Selatan

Kecamatan Alian memiliki bentang alam berupa lembah dan perbukitan yang merupakan bagian dari Pegunungan Serayu Selatan. Ketinggian rata-rata wilayah ini sekitar 169 meter di atas permukaan laut.

Titik tertingginya berada di Puncak Bukit Prabu, Perbukitan Silender atau dikenal sebagai Perbukitan Kebapangan, dengan ketinggian 425 meter di atas permukaan laut, tepat di perbatasan Desa Kaliputih dan Kecamatan Poncowarno.

Sejumlah sungai besar mengalir di wilayah ini, di antaranya Sungai Luk Ulo, Sungai Kedungbener, Sungai Kalijaya, Sungai Tekung, dan Sungai Bakung yang turut memperkaya potensi alam dan pertanian masyarakat.

Objek wisata ini berada di Desa Krakal dan Kalirancang. Pemandian Air Panas Krakal dikenal sebagai wisata husada yang menawarkan air hangat alami dengan kandungan mineral tinggi.

Air panas dari formasi batuan Penosogan Karangsambung mengandung sulfat, fluorida, tembaga, hingga amonia dalam kadar tertentu yang dipercaya membantu mengatasi gangguan kulit.

Berbeda dari pemandian umum, tempat ini menyediakan enam kamar privat lengkap dengan bathub dan kran air panas alami. Fasilitasnya pun lengkap: warung makan, panggung hiburan, mushala, taman, hingga area bermain anak.

Kedungdawa terletak di Desa Seliling, sekitar 1,5 kilometer dari Jalan Raya Pemandian Timur. Sungai kecil di tengah hutan ini memiliki keunikan berupa bebatuan berlubang (kedung) dengan kedalaman bervariasi, mulai dari 1 hingga 3 meter, bahkan pernah ditemukan lebih dari 5 meter.

Di sepanjang alirannya terdapat sejumlah curug kecil yang semakin indah saat musim penghujan. Salah satu air terjun bahkan memiliki empat undakan dengan tinggi sekitar 10 meter.

Alian Butterfly Park menjadi wisata edukatif pertama bertema taman kupu-kupu di Kabupaten Kebumen. Berlokasi di Desa Krakal, tepat di utara Pemandian Air Panas Krakal, taman ini memiliki lebih dari 14 spesies kupu-kupu.

Selain menikmati keindahan kupu-kupu yang beterbangan, pengunjung juga bisa melihat langsung proses metamorfosis, menjadikannya sarana pembelajaran menarik bagi pelajar.

Di kawasan selatan PAP Krakal juga terdapat hutan jati yang dikembangkan menjadi penangkaran rusa Bawean, taman, air terjun buatan, kantin bernuansa Jawa, serta permainan tradisional seperti egrang batok, gangsing, panggal, dan gethik.

Jejak Sejarah dan Cagar Budaya

Kecamatan Alian juga menyimpan nilai sejarah tinggi melalui sejumlah benda cagar budaya yang dilindungi Pemkab Kebumen.

Makam Eyang Sabda Guna (Stana Budha) di Desa Kalirancang, berada di Bukit Sikenap dan sering dikunjungi peziarah.

Makam Ki Badranala di Desa Karangkembang, yang merupakan Bupati pertama Kabupaten Panjer pada tahun 1642.

Makam R.A. Tan Peng Nio Kalapaking di Desa Jatimulyo, puteri Tan Wan Swee yang berkaitan dengan peristiwa Geger Pecinan di Kartasura serta perkembangan seni bela diri Kuntao di Kebumen.

Alian: Harmoni Alam, Budaya, dan Sejarah

Dengan bentang alam perbukitan, wisata air panas, sungai eksotis, taman kupu-kupu, hingga jejak sejarah lintas budaya, Kecamatan Alian bukan sekadar wilayah administratif. Ia adalah potret harmoni antara alam, tradisi, dan peradaban yang terus hidup di timur laut Kebumen.

Tak heran jika Alian kini semakin dilirik sebagai destinasi wisata alternatif sekaligus kawasan strategis yang menyimpan potensi besar untuk terus berkembang.

Sumber : https://kec-alian.kebumenkab.go.id/index.php/web/post/4/sejarah-alian

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.