Pemerintahan

Resmikan Pasora di Gombong. Bupati Bagi bagi “Uang Jajan” ke Anak-Anak, Ajak Borong Dagangan Lokal

594
×

Resmikan Pasora di Gombong. Bupati Bagi bagi “Uang Jajan” ke Anak-Anak, Ajak Borong Dagangan Lokal

Sebarkan artikel ini

GOMBONG, Kebumen24.com – Meski sempat diguyur hujan, semangat warga tak surut. Peresmian Pasar Sore Ramadan (Pasora) Edisi ke-16 Tahun 1447 Hijriyah di Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, Kamis (19/2/2026), berlangsung meriah dan penuh kehangatan.

Kegiatan tahunan yang menjadi ikon Ramadan warga ini diresmikan langsung oleh Lilis Nuryani. Turut hadir mendampingi, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, jajaran pimpinan OPD seperti Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Disperindag, Forkopimcam Gombong, KUA Gombong, Pemerintah Desa Kedungpuji, serta jajaran Takmir Masjid Nurul Falaah.

Ketua Takmir Masjid Nurul Falaah, Bambang Purwanto, menjelaskan Pasora merupakan satu dari 19 agenda Ramadan yang disiapkan pihak masjid. Tradisi yang telah berjalan sejak 2010 ini konsisten mengusung misi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini edisi ke-16. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kedungpuji untuk memberi ruang bagi warga, baik dari dalam maupun luar desa, agar bisa meningkatkan ekonomi mereka,” ujar Bambang.

Tahun ini, lokasi Pasora sedikit bergeser ke arah utara, tepatnya di depan Gedung Serbaguna Desa, menyusul pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Sebanyak 40 pedagang tercatat mengisi stan, dan Pasora akan beroperasi hingga sehari sebelum Lebaran.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis mengajak masyarakat menjadikan Pasora sebagai ladang ibadah sekaligus ruang berbagi kebaikan di bulan suci.

“Mari kita niatkan kegiatan ini sebagai ibadah di bulan Ramadan, diisi dengan amal baik serta saling berbagi. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya sembari mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.

Namun, momen paling menyita perhatian publik terjadi saat Bupati Lilis berinteraksi langsung dengan anak-anak. Ia menyerahkan uang tunai sebesar Rp1 juta yang dibagikan kepada anak-anak, masing-masing Rp10 ribu, dengan pesan khusus: dibelanjakan di area Pasora.

Langkah tersebut sontak disambut antusias. Anak-anak berlarian menuju stan jajanan, sementara para pedagang tersenyum sumringah. Aksi ini dinilai sebagai cara sederhana namun berdampak, karena sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi mikro di lokasi Pasora.

Tak hanya itu, Bupati juga memberikan santunan kepada dua lansia dan memborong dagangan di sejumlah stan sebelum menutup kunjungan dengan meninjau Masjid Nurul Falaah.

Pasora Kedungpuji kembali membuktikan diri bukan sekadar pasar musiman, tetapi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM untuk menebar berkah Ramadan sekaligus menguatkan ekonomi lokal.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.