KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kalijaya di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah yang menarik dan sarat legenda. Konon, pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini belum menjadi satu desa seperti sekarang, melainkan dihuni oleh masyarakat yang tinggal di dua bukit berbeda.
Dua bukit tersebut dikenal dengan nama Bukit Klambon di bagian utara dan Bukit Jati Duwur di bagian selatan. Di antara keduanya mengalir sebuah sungai yang menjadi batas alami wilayah tersebut.
Menurut cerita turun-temurun, masyarakat dari kedua bukit itu pernah terlibat persaingan untuk menentukan wilayah mana yang akan menjadi pusat desa. Pertarungan pun terjadi dengan cara yang unik. Warga Bukit Klambon menggunakan kerikil sebagai senjata, sementara masyarakat Bukit Jati Duwur menggunakan buah pinang atau jambe.
Dalam peristiwa tersebut, masyarakat Bukit Jati Duwur akhirnya memenangkan pertarungan. Sejak saat itu, wilayah yang berada di sekitar bukit dan sungai tersebut kemudian dikenal dengan nama Kalijaya—sebuah nama yang diyakini berasal dari keberadaan sungai (kali) di wilayah itu serta kemenangan yang diraih masyarakat setempat.
Seiring berjalannya waktu, Desa Kalijaya berkembang menjadi salah satu desa di Kecamatan Alian. Desa ini juga telah dipimpin oleh sejumlah kepala desa dari masa ke masa yang berperan dalam pembangunan dan perjalanan pemerintahan desa.
Adapun para kepala desa yang pernah memimpin Desa Kalijaya antara lain:
- Lurah Sawen
- Lurah Sampunjaya
- Lurah Jawikarta
- Abdullah Sangid
- Mad Miharjo
- Sarcham
- Subiyadi
- Suyadi
- Mirwan
- Subiani
Sejarah dan legenda yang hidup di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari identitas Desa Kalijaya. Cerita tentang Bukit Klambon dan Bukit Jati Duwur hingga kini masih dikenang sebagai asal-usul terbentuknya desa sekaligus warisan budaya lokal yang patut dijaga.
(Sumber: Website resmi Desa Kalijaya)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















