KEBUMEN, Kebumen24.com — Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kemampuan memilah fakta dan menyampaikan berita secara benar menjadi bekal penting bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Media Kebumen24.com memberikan pembekalan jurnalistik modern kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kebumen melalui kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Public Speaking.
Kegiatan bertajuk “Madrasah Go Digital: Melek Media, Santun Berbicara, Hebat Berkarya” ini digelar di MAN 4 Kebumen pada Jumat, 6 Februari 2026. Pemateri utama, Pimpinan Media Kebumen24.com, M. Tohri, mengajak para siswa menyelami dunia pers dari hulu ke hilir, mulai dari peliputan, penulisan, penyuntingan, hingga publikasi di berbagai platform media digital.
Dalam paparannya, M. Tohri menegaskan jurnalistik bukan sekadar menulis berita, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan etika dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknik penulisan berita dengan metode 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) agar informasi yang disajikan lengkap, akurat, dan mudah dipahami pembaca.
“Jurnalis harus menjaga integritas, menghindari bias, serta menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” tegasnya di hadapan para peserta.
Tak hanya soal teknik menulis, para siswa juga dibekali pemahaman kode etik jurnalistik, termasuk larangan menyebarkan hoaks, fitnah, dan informasi yang belum terverifikasi. Mereka diajak memahami pentingnya cek dan ricek sumber, verifikasi data, serta menghormati hak jawab dan asas praduga tak bersalah dalam setiap pemberitaan.
Materi pelatihan dikemas lengkap dan aplikatif. Mulai dari teknik peliputan dan wawancara, riset data, fotografi dan videografi jurnalistik, hingga pengenalan produksi konten audio dan video. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis konten media, seperti konten edukatif, informatif, persuasif, naratif, dan dialogis yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Dalam sesi khusus, pemateri mengajak siswa untuk lebih kritis terhadap informasi di media sosial. Mereka dibekali cara membedakan berita hoaks dan berita valid, mulai dari mengecek identitas media, mencermati judul, menelusuri sumber informasi, hingga memverifikasi keaslian gambar atau video yang digunakan.
Aspek bahasa jurnalistik juga menjadi perhatian penting. Bahasa media harus logis, lugas, dan mudah dipahami agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat. Para siswa diperkenalkan dengan pentingnya pemilihan diksi, termasuk memahami perbedaan makna denotatif dan konotatif, supaya pesan berita tersampaikan secara tepat tanpa mengurangi objektivitas.
Selain itu, peserta juga diajak melatih logika berpikir kritis agar tidak mudah terjebak pada kalimat yang secara tata bahasa terlihat benar, tetapi keliru secara makna maupun fakta.
Kegiatan pelatihan jurnalistik dan public speaking yang digelar selama tiga hari ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Mereka mengaku tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga pengalaman berharga yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun dalam organisasi.
Salah satu peserta, Hapsanayla Prasya, siswi kelas XI B MAN 4 Kebumen, mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini terasa seru, tidak membosankan, dan penuh pembelajaran bermakna.
“Selama tiga hari ini pelatihannya keren banget, banyak sekali ilmu yang bisa diambil dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Kita jadi tahu kalau public speaking itu penting, juga bagaimana cara bergabung dan aktif di organisasi jurnalistik. Buat saya, yang paling berkesan itu hari kedua karena ada sesi public speaking, dan kebetulan saya memang suka,” ujarnya.
Ia juga menilai para narasumber yang dihadirkan sangat kompeten. “Narasumbernya keren-keren, berprestasi, dan penyampaiannya enak didengar. Mereka juga mau menjawab pertanyaan teman-teman, jadi kita dapat banyak masukan dari para ahli,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Arya Abdi Nugroho, siswa kelas X 2 MAN 4 Kebumen. Ia mengaku senang karena mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah ia pelajari.
“Saya jadi tahu apa itu public speaking, teknik-teknik fotografi, dan juga sempat dapat materi tentang hukum. Yang paling berkesan itu hari kedua, karena kami ditugaskan membuat contoh video lalu dievaluasi. Dari situ saya jadi tahu kesalahan saya di mana dan bagaimana cara memperbaikinya,” jelas Arya.
Sementara itu, peserta lainnya, Agus, juga menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang dunia jurnalistik dan public speaking, khususnya dalam menyampaikan berita, informasi, hingga membuat konten kreatif.
“Saya sangat senang dan bersyukur karena dapat wawasan baru. Dengan kegiatan ini, kemampuan menyampaikan berita, informasi, dan membuat konten jadi meningkat dibanding sebelumnya,” tuturnya.
Ia pun berharap kegiatan serupa bisa terus diadakan di masa mendatang agar semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















