Pemerintahan

Bupati Kebumen Dukung Pacuan Kuda Ambal 2026, Ratusan Kuda Siap Berlaga

514
×

Bupati Kebumen Dukung Pacuan Kuda Ambal 2026, Ratusan Kuda Siap Berlaga

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tradisi legendaris Pacuan Kuda Ambal kembali akan digelar dan dipastikan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Event bergengsi Bupati Kebumen Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Maret 2026 di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal.

Kepastian tersebut disampaikan dalam audiensi antara panitia penyelenggara dengan Bupati Kebumen Lilis Nuryani di ruang kerja kompleks Rumah Dinas Bupati, Senin (23/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Panitia Pacuan Kuda Ambal Sodikul Anwar hadir bersama Ketua Pordasi Kebumen Setyo Mujiono serta Plt Camat Ambal Agung Cahyono untuk melaporkan kesiapan penyelenggaraan.

Sodikul menjelaskan, pacuan kuda Ambal bukan sekadar perlombaan adu cepat, tetapi juga telah berkembang menjadi ikon sport tourism yang mampu menarik perhatian peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sekitar 170 ekor kuda dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Selatan hingga Sulawesi sudah mengonfirmasi ikut serta. Bahkan sebagian sudah mulai berdatangan di Ambal,” jelasnya.

Untuk kategori lomba, panitia masih mempertahankan kelas seperti tahun sebelumnya. Mulai dari Kelas F dengan jarak 1.000 meter, hingga kelas tertinggi Kelas A Terbuka dengan jarak 2.000 meter.

Selain meningkatkan kualitas penyelenggaraan, panitia juga menaikkan nilai hadiah agar kompetisi tetap kompetitif dan mampu bersaing dengan event pacuan kuda di daerah lain.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut positif rencana penyelenggaraan tersebut. Ia mengaku memiliki kesan tersendiri karena sempat hadir langsung pada gelaran tahun sebelumnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

“Saya mendukung penuh kegiatan ini. Promosi harus digencarkan agar masyarakat ikut meramaikan. Yang tidak kalah penting adalah faktor keamanan, baik untuk penonton maupun keselamatan kuda yang bertanding,” tegasnya.

Panitia juga menyampaikan harapan agar lintasan pacuan di Ambal dapat dipermanenkan. Mengingat, lokasi tersebut memiliki sejarah panjang dan telah digunakan sejak era 1950-an.

Dengan status lintasan permanen, tradisi pacuan kuda Ambal diyakini akan semakin berkembang sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini tradisi lama yang sudah ada sejak zaman orang tua kami. Harapannya pemerintah daerah bisa mempertimbangkan menjadikannya lintasan permanen agar tradisi tetap lestari dan pariwisata Kebumen semakin maju,” pungkas Sodikul. (K24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.