KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kaliputih yang berada di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan kisah legenda yang hingga kini masih dipercaya masyarakat setempat. Desa ini dikenal sebagai wilayah paling timur di Kecamatan Alian, berjarak sekitar 10,5 kilometer dari pusat kecamatan dan kurang lebih 18 kilometer dari pusat Kabupaten Kebumen.
Menurut cerita para sesepuh desa yang diturunkan dari generasi ke generasi, asal-usul nama Kaliputih berawal dari kisah seorang tokoh misterius yang dahulu sering terlihat melaksanakan salat di tengah aliran sungai dengan mengenakan jubah putih.
Konon, sosok tersebut muncul selama beberapa waktu dan menjadi perbincangan warga sekitar. Namun setelah beberapa bulan, tokoh tersebut tiba-tiba menghilang tanpa diketahui keberadaannya. Hingga kini yang tersisa hanyalah sebuah petilasan yang diyakini sebagai tempat semedi atau beribadah tokoh tersebut.
Petilasan itu kemudian dikenal masyarakat sebagai Petilasan Mbah Kyai Putih. Karena lokasinya berada di tengah sungai (kali), masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Sukun—yang dahulu dikenal memiliki pohon sukun di dekat lokasi tersebut—menamai daerah itu dengan sebutan Kaliputih.
Seiring waktu, wilayah tersebut berkembang menjadi sebuah desa yang terdiri dari lima pedukuhan, yaitu Dukuh Kaliputih, Dukuh Paijo, Dukuh Kalibanteng, Dukuh Watugede, dan Dukuh Blimbing.
Selain kisah legenda yang melekat kuat, masyarakat Desa Kaliputih juga masih menjaga sejumlah tradisi leluhur yang terus dilestarikan hingga sekarang. Tradisi tersebut di antaranya munggah gunung yang dilakukan setelah musim tanam padi, Merdi Bumi atau Sadranan setelah masa panen, serta Palakia yang biasanya dilaksanakan pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
Dalam perjalanan pemerintahan desa, sejak tahun 1949 sistem organisasi pemerintahan mulai tertata. Kepala desa dalam menjalankan tugas melayani masyarakat dibantu oleh para pamong desa.
Dalam urusan administrasi, kepala desa dibantu oleh juru tulis desa yang disebut Carik. Sementara dalam pelayanan masyarakat di tingkat dusun terdapat petugas yang dikenal dengan sebutan Congkok.
Pada masa itu, Congkok juga dibantu oleh beberapa perangkat dengan tugas khusus, di antaranya:
- Kebayan, yang menangani bidang umum
- Kepetengan, yang bertugas dalam bidang keamanan atau sering disebut polisi desa
- Kaum, yang menangani urusan keagamaan di masyarakat
Hingga kini, cerita tentang Mbah Kyai Putih dan tradisi masyarakatnya menjadi bagian penting dari identitas Desa Kaliputih. Kisah tersebut tidak hanya menjadi legenda, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur.
Penulisan sejarah desa ini masih terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, agar kisah dan jejak sejarah yang ada dapat terus dilestarikan dengan lebih lengkap dan akurat.
Sumber : https://kaliputih.kec-alian.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/150
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















