Pendidikan

Tembus Asia Tengah! IAINU Kebumen Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Sejumlah Kampus Terkemuka di Uzbekistan

597
×

Tembus Asia Tengah! IAINU Kebumen Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Sejumlah Kampus Terkemuka di Uzbekistan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen terus memantapkan langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kunjungan akademik dan penjajakan kerja sama internasional ke sejumlah institusi pendidikan tinggi ternama di Uzbekistan, Asia Tengah, pada akhir Januari hingga awal Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program internasionalisasi yang diinisiasi Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU. Sebanyak 22 pimpinan perguruan tinggi NU dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam agenda yang berlangsung selama sepekan, mulai 28 Januari hingga 3 Februari 2026, dengan tujuan utama ke kota-kota pendidikan seperti Bukhara, Samarkand, dan Tashkent.

Salah satu agenda penting adalah kunjungan resmi ke Bukhara State University (BSU) pada 30 Januari 2026. Rombongan PTNU disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional BSU, Dr. Juraev Abror Turobovich, bersama para dekan dan ketua program studi. Dalam pertemuan tersebut, BSU memaparkan berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, publikasi ilmiah, seminar dan konferensi internasional, hingga pengembangan program joint program dan double degree.

Rektor IAINU Kebumen, Dr. Benny Kurniawan, M.Pd.I., yang hadir langsung dalam kunjungan itu menegaskan penjajakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas horizon akademik sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi NU di kancah global.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi di Asia Tengah, khususnya Uzbekistan yang memiliki tradisi keilmuan Islam moderat yang kuat, sangat relevan untuk pengembangan tridarma perguruan tinggi dan internasionalisasi kampus NU,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).

Selain BSU, delegasi LPTNU juga melakukan benchmarking dan penjajakan kerja sama dengan International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU) dan Imam Maturidi International Scientific Research Center di Provinsi Tashkent. Delegasi dipimpin oleh Sekretaris Jenderal LPTNU PBNU, Assoc. Prof. Faisal Aminudin, serta diikuti oleh sejumlah pimpinan PTNU, termasuk dari IAINU Kebumen.

Di IIAU, rombongan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Mr. Z. Ruziev, Wakil Rektor Bidang Keilmuan Mr. I. Daminov, serta Penasihat Rektor Mr. Utkir Khasanbayev. Diskusi difokuskan pada sistem pendidikan tinggi Islam di Uzbekistan, penguatan kurikulum, serta peluang kolaborasi akademik lintas negara.

Sementara itu, di Imam Maturidi International Scientific Research Center, delegasi disambut Direktur K. Shermukhamedov. Pembahasan menitikberatkan pada pengembangan kajian pemikiran Islam moderat, khususnya warisan intelektual Imam Maturidi, sekaligus peluang kerja sama riset dan pertukaran pelajar.

Tak hanya itu, IAINU Kebumen juga melakukan penjajakan kerja sama riset hadis dengan Bukhari International Scientific Research Center (BISRC) pada 2 Februari 2026. Lembaga ini dikenal sebagai pusat kajian internasional yang berfokus pada warisan keilmuan Imam al-Bukhari, khususnya di bidang ilmu hadis, manuskrip klasik Islam, dan sejarah peradaban Islam Asia Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi IAINU Kebumen menggelar diskusi akademik, melakukan benchmarking kelembagaan riset, serta menjajaki peluang kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah. Rektor IAINU Kebumen juga berkesempatan mengunjungi makbarah Imam al-Bukhari, Masjid Imam al-Bukhari, serta meninjau berbagai fasilitas riset dan edukasi di kawasan BISRC.

“Kajian Imam al-Bukhari merupakan fondasi penting dalam keilmuan hadis. Kerja sama dengan BISRC diharapkan dapat memperkaya tradisi riset hadis di lingkungan PTNU, khususnya di IAINU Kebumen, sekaligus membuka ruang pertukaran akademik bagi dosen dan mahasiswa,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kehidupan keberagamaan masyarakat Uzbekistan yang dinilai menampilkan wajah Islam yang menekankan akhlak sosial, ketertiban publik, kebersihan, kedisiplinan, dan harmoni sosial. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin yang menekankan keseimbangan antara kesalehan spiritual dan sosial.

Pihak BISRC menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut dan menilai perguruan tinggi Islam Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan studi Islam moderat dan keilmuan hadis di tingkat global. Pertemuan ini juga membahas peluang joint research, penyelenggaraan seminar internasional, serta akses terhadap sumber-sumber manuskrip hadis yang tersimpan di Uzbekistan.

Melalui rangkaian kunjungan ini, IAINU Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global, berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta tetap relevan dengan tantangan akademik kontemporer. (K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com