KEBUMEN, Kebumen24.com — Upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, berujung duka mendalam. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen, Mochamad Faik (MF), gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan mengevakuasi ODGJ yang diduga mengamuk dengan senjata tajam.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Dukuh Krajan RT 002 RW 003. Korban mengalami luka parah di bagian leher akibat sabetan senjata tajam saat proses evakuasi berlangsung.
Warga setempat mengaku sudah lama merasa resah dengan perilaku ODGJ tersebut. Salah satu tetangga yang rumahnya berada tepat di depan lokasi kejadian, Sri Hastuti, menuturkan pihak desa bersama petugas sebenarnya telah merencanakan evakuasi secara persuasif sejak dini hari.
“Awalnya memang ada rencana evakuasi baik-baik. Rumahnya itu selalu ditutup, dikunci dari dalam. Terus salah satu aparat mendobrak, lalu dia keluar sudah bawa arit sama senjata kecil,” ujar Sri Hastuti saat ditemui di lokasi, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, setelah pintu berhasil dibuka, ODGJ tersebut langsung mengamuk dan mengejar salah satu petugas. Bahkan, salah satu petugas sempat terkena sabetan senjata tajam.
“Di situ sudah mulai ngamuk, terus ngejar salah satu petugas. Kol bebennya itu langsung disabet,” katanya.
Sri Hastuti juga mengungkapkan bahwa keresahan warga sudah berlangsung cukup lama. Ibu dari ODGJ tersebut bahkan kerap merasa terancam hingga tidak berani tidur di rumah pada malam hari.
“Kadang ibunya itu diancam. Jadi kalau malam ibunya enggak tidur di sini karena takut. Saya sendiri juga pernah diomelin, bahkan muka saya pernah dicakar,” ungkapnya.
Dalam kesehariannya, yang bersangkutan diketahui sering membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggang dan hampir tidak pernah dilepas.
“Kalau keliling memang selalu bawa arit itu. Tapi kalau keliling sambil ngamuk-ngamuk sih enggak selalu,” jelasnya.
Evakuasi pada Senin siang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari tiga anggota Polsek Alian, dua anggota Koramil Alian, lima anggota Satpol PP, perangkat desa, tim Puskesmas Alian, serta pihak keluarga. Namun, saat hendak diamankan dan dimasukkan ke ambulans, ODGJ berinisial Ruwadi tiba-tiba melakukan penyerangan.
Pelaku diketahui membawa sejumlah senjata tajam dan benda tumpul, seperti sabit, pisau daging, dan linggis. Mochamad Faik terkena sabetan di leher sebelah kiri yang mengenai arteri karotis dan menyebabkan pendarahan hebat.
Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, S.H., M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Alian sebelum dirujuk ke RS Jenderal Soedirman.
“Namun, sekitar 30 menit setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya dengan nada haru.
Selain korban meninggal dunia, satu anggota Koramil dilaporkan mengalami luka ringan. Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa sabit, pisau daging, dan linggis.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut.
Korban dikenal sebagai sosok disiplin dan pekerja keras. Ia juga diketahui tengah melanjutkan kuliah sambil bekerja. Seluruh tenaga non-ASN di Satpol PP Kebumen telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sehingga hak-hak korban dijamin.
Kabar duka ini menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen dan masyarakat. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga masyarakat luas.
Sementara itu, ODGJ yang diduga melakukan penyerangan telah diamankan dan kini mendapatkan penanganan medis sesuai protokol. Pasien tersebut direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk perawatan lebih lanjut.
Pada Selasa (3/2/2026) pukul 09.30 WIB, suasana haru menyelimuti pelepasan jenazah Mochamad Faik. Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar upacara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum almarhum dimakamkan di TPU Kelurahan Kebumen.
Upacara dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kebumen, R. Agung Pambudi, mewakili Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
“Kami mendoakan semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala kekhilafannya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga amal bakti almarhum menjadi pahala jariyah,” ucapnya.
Kepala Satpol PP Kebumen menambahkan, almarhum merupakan putra sulung dan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Penghormatan berupa upacara kedinasan diberikan karena almarhum gugur saat menjalankan tugas negara.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas di lapangan, khususnya dalam penanganan ODGJ, yang membutuhkan pendekatan khusus serta pengamanan ekstra demi keselamatan semua pihak. (k24/ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















