PERISTIWA

Siklon Tropis LUANA Picu Cuaca Ekstrem, 9 Kecamatan di Kebumen Terdampak

886
×

Siklon Tropis LUANA Picu Cuaca Ekstrem, 9 Kecamatan di Kebumen Terdampak

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kabupaten Kebumen sejak Jumat (23/1/2026) sore hingga Sabtu (24/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat sedikitnya sembilan kecamatan terdampak akibat fenomena tersebut.

Informasi itu disampaikan BPBD Kebumen melalui Ruang Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kebumen, Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem yang terjadi dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis LUANA di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), pada koordinat 16,8° Lintang Selatan dan 122,1° Bujur Timur. Siklon tersebut saat ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju Australia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Bagus Priyanto, menjelaskan bahwa Siklon Tropis LUANA berkembang dari bibit siklon tropis 91S yang mulai terpantau sejak 21 Januari 2026 pukul 13.00 WIB di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat. Bibit tersebut kemudian meningkat menjadi siklon tropis pada 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB.

“Tekanan udara minimum pada Siklon Tropis LUANA tercatat sebesar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitarnya mencapai 40 knots, sehingga dikategorikan sebagai siklon tropis kategori satu,” ujar Bagus.

Menurutnya, meski pusat siklon tidak berada di wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya cukup signifikan, terutama berupa peningkatan kecepatan angin permukaan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Kondisi ini dipicu oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara Belahan Bumi Utara yang memiliki tekanan tinggi dan Belahan Bumi Selatan yang saat ini terdapat siklon tropis dengan tekanan rendah. Perbedaan ini menyebabkan angin bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah dengan kecepatan yang cukup besar,” jelasnya.

Data PUSDALOPS BPBD Kebumen mencatat, dalam rentang waktu 23 Januari 2026 pukul 18.30 WIB hingga 24 Januari 2026 pukul 13.30 WIB, angin kencang mengakibatkan 18 titik kejadian pohon tumbang yang tersebar di 9 kecamatan dan 15 desa atau kelurahan.

Adapun wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rowokele (1 titik), Karanggayam (2 titik), Sempor (3 titik), Sruweng (2 titik), Padureso (1 titik), Gombong (2 titik), Alian (1 titik), serta Kecamatan Ambal sebanyak (3 titik).

Saat ini, seluruh lokasi terdampak telah dilakukan penanganan secara mandiri melalui gotong royong oleh relawan desa, kecamatan, serta tim kebencanaan BPBD Kebumen. Akses jalan yang sempat tertutup akibat pohon tumbang juga telah berhasil dibersihkan.

BPBD Kebumen mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar mengidentifikasi pohon-pohon yang berpotensi tumbang di sekitar rumah maupun fasilitas umum. Jika memungkinkan, segera lakukan penanganan mandiri agar tidak membahayakan keselamatan saat terjadi angin kencang,” pungkasnya.(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.