Pemerintahan

Samsat Kebumen Catat Capaian Opsen Pajak Kendaraan 2025 Tembus 84 Persen

989
×

Samsat Kebumen Catat Capaian Opsen Pajak Kendaraan 2025 Tembus 84 Persen

Sebarkan artikel ini
ilsutrasi AI

KEBUMEN, Kebumen24.com —Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika kebijakan fiskal, capaian opsen pajak daerah Kabupaten Kebumen tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Pemerintah Kabupaten Kebumen berhasil merealisasikan lebih dari 84 persen target opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Berdasarkan data yang dihimpun, target Opsen PKB tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp66 miliar. Hingga akhir tahun, realisasinya mencapai Rp56,55 miliar atau 85,69 persen. Sementara itu, Opsen BBNKB ditargetkan Rp29,02 miliar dengan realisasi Rp24,02 miliar atau 82,76 persen. Secara rata-rata, capaian opsen PKB dan BBNKB berada di angka 84,22 persen.

Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Kebumen juga membeberkan realisasi pendapatan PKB dan BBNKB sepanjang tahun 2025. Meski belum sepenuhnya mencapai target murni, capaian tersebut dinilai mendekati optimal di tengah fluktuasi ekonomi dan penyesuaian kebijakan.

Kepala UPPD Samsat Kebumen, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa target murni PKB tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp103,27 miliar. Hingga akhir tahun, realisasi penerimaan mencapai Rp88,88 miliar atau 86,07 persen. Adapun BBNKB dari target Rp51,65 miliar terealisasi Rp37,34 miliar atau 72,87 persen.

“Secara target murni memang belum mencapai 100 persen. Namun setelah dilakukan perubahan target pada Agustus 2025, realisasi PKB mencapai 90,17 persen dari target perubahan sebesar Rp98,57 miliar,” ujar Budi Prasetyo, Senin (5/1/2026).

Ia mengungkapkan, penyesuaian target tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Jawa Tengah sebagai respons terhadap kondisi ekonomi serta kebijakan yang berpengaruh pada penerimaan pajak daerah. Dari total 37 Samsat di Jawa Tengah, hanya sekitar 12 hingga 13 unit yang mampu mencapai target 100 persen hingga akhir tahun.

Menurut Budi, struktur kendaraan di Kabupaten Kebumen menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi capaian penerimaan. Pada hari-hari terakhir pelayanan, jumlah wajib pajak yang membayar pajak bisa mencapai 1.000 hingga 1.800 kendaraan per hari. Namun, mayoritas merupakan kendaraan roda dua berusia lama dengan nilai pajak relatif kecil.

“Berbeda dengan daerah lain yang didominasi kendaraan roda empat atau kendaraan baru. Di Kebumen, kendaraan roda dua masih sangat mendominasi,” jelasnya.

Data UPPD Samsat Kebumen mencatat, jumlah kendaraan baru pada tahun 2024 sebanyak 21.175 unit, terdiri dari 20.394 kendaraan roda dua dan 781 kendaraan roda empat. Angka tersebut menurun pada tahun 2025 menjadi 20.129 unit, dengan rincian 19.637 kendaraan roda dua dan 492 kendaraan roda empat. Penurunan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda empat yang mencapai sekitar 37 persen.

Selain itu, Samsat Kebumen juga masih menghadapi piutang PKB tahun 2024 yang tergolong besar. Total piutang tercatat mencapai Rp67,24 miliar dari 129.117 obyek pajak. Hingga saat ini, melalui pembayaran langsung dan program pemutihan, piutang yang berhasil ditagih mencapai Rp24,84 miliar. Dengan demikian, masih tersisa Rp42,40 miliar dari 84.794 obyek pajak.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka piutang tersebut, mulai dari penagihan door to door (D2D), kegiatan Busser 74, hingga sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Namun demikian, hasilnya masih dinilai belum maksimal.

Memasuki tahun 2026, UPPD Samsat Kebumen memasang target yang lebih tinggi. Target murni PKB ditetapkan sebesar Rp109,16 miliar, sementara target BBNKB tetap di angka Rp51,65 miliar.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, sejumlah program optimalisasi telah disiapkan, di antaranya penanganan piutang PKB melalui program D2D dan Sengkuyung Prioritas, perluasan layanan pembayaran melalui Samsat Budiman dan Corporate, kegiatan Gadis Pantura dan Busser 74, peningkatan sosialisasi kepatuhan pajak, serta penguatan sinergi lintas sektor dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

“Harapannya, dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik serta dukungan seluruh stakeholder, capaian pajak kendaraan bermotor di Kebumen pada tahun 2026 dapat lebih optimal,” pungkas Budi Prasetyo.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.