KARANGGAYAM, Kebumen24.com — Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan warga Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Hal itu terlihat dalam rangkaian kegiatan pelestarian sungai dan penguatan layanan kesehatan desa yang digelar pada Jumat (2/1/2026).
Dalam agenda tersebut, dua program strategis dilaksanakan secara bersamaan, yakni penebaran benih ikan lokal di Sungai Mondo serta penyerahan mobil siaga untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Acara diawali dengan penyerahan simbolis dua unit mobil siaga (ambulans) dari Paguyuban Warga Giritirto (Pawagir) kepada Pemerintah Desa Giritirto di Balai Desa setempat. Bantuan ini merupakan hasil swadaya para perantau asal Giritirto yang berdomisili di Jakarta.
Ketua Pawagir, Zaenudin, menyampaikan bantuan tersebut merupakan wujud kecintaan dan bakti para perantau terhadap kampung halaman.
“Kami ingin rezeki yang kami kumpulkan bisa kembali bermanfaat untuk warga Giritirto. Alhamdulillah, hari ini dua unit ambulans bisa diserahkan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Zaenudin juga berharap adanya pendampingan dari pemerintah daerah untuk pengembangan UMKM lokal, khususnya produk oyek dan opak agar kualitas dan daya saingnya semakin meningkat.
Kepala Desa Giritirto, Sugito, mengaku bersyukur atas dukungan Pawagir. Menurutnya, mobil siaga tersebut akan sangat membantu warga, terutama dalam proses rujukan pasien ke Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan, warga secara swadaya juga menebar sebanyak 1.500 bibit ikan nilem (Osteochilus vittatus) di Sungai Mondo. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kabupaten Kebumen turut memberikan hibah 2.000 ekor bibit ikan nila untuk budidaya warga.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan menebar benih ikan harus diiringi dengan komitmen menjaga ekosistem sungai. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan berani saling menegur jika ada pencemaran.
“Menebar benih itu mudah, yang sulit adalah menjaga kelestariannya. Saya titip, sungai ini jangan dikotori. Ikan nilem adalah ikan endemik Indonesia yang aman untuk sungai dan embung. Ini warisan untuk anak cucu kita,” tegas Bupati.
Memasuki tahun 2026, Bupati juga menegaskan bahwa meski terdapat penyesuaian anggaran dari Pemerintah Pusat, wilayah perdesaan dan perbukitan seperti Karanggayam tetap menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Kebumen. Pelayanan dasar dan penguatan ekonomi desa dipastikan tetap berjalan.
Suasana semakin hangat saat Bupati mengajak warga berinteraksi melalui kuis berhadiah. Ia juga mengajak sang suami, Ir Mohammad Yahya Fuad, SE, bernostalgia mengenang masa-masa awal pembukaan jalan di Desa Giritirto.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng serta aksi penebaran ikan bersama di Kali Mondo. Acara ini turut dihadiri perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD Kabupaten Kebumen, pimpinan OPD terkait, Forkopimcam Karanggayam, serta tokoh masyarakat setempat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















