PERISTIWA

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang, Warga Kebumen Diminta Waspada Pohon Tumbang

2702
×

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang, Warga Kebumen Diminta Waspada Pohon Tumbang

Sebarkan artikel ini
ilsutrasi AI

KEBUMEN, Kebumen24.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang diperkirakan melanda wilayah Cilacap dan Kebumen selama dua hari, mulai Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026).

Angin kencang tersebut bahkan telah dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pohon tumbang, kerusakan bangunan, serta gangguan aktivitas di jalan raya.

Berdasarkan data terbaru Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, kecepatan angin permukaan di wilayah Cilacap terpantau cukup ekstrem. Di area perkotaan, kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.

Sementara itu, pantauan di Pos Bandara Tunggul Wulung menunjukkan kecepatan angin yang lebih tinggi, yakni 32 knot atau setara 60 kilometer per jam. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi, terutama bagi pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG memperingatkan bahwa angin dengan kecepatan tersebut berpotensi merobohkan papan reklame, tiang listrik, serta pohon-pohon besar, khususnya di sepanjang jalur utama dan kawasan padat aktivitas.

Cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh Siklon Tropis LUANA yang saat ini terpantau di wilayah Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski bergerak menjauh ke arah Australia, siklon berkategori 1 tersebut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah.

Siklon LUANA tercatat memiliki tekanan udara minimum 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di pusat siklon mencapai 40 knot. Perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Belahan Bumi Utara yang bertekanan tinggi dan Belahan Bumi Selatan yang menjadi pusat tekanan rendah memicu aliran angin kencang di wilayah Jawa.

BMKG dan pihak terkait mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya saat berada di luar rumah. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, memperhatikan kondisi bangunan, serta waspada terhadap papan reklame atau baliho yang berpotensi roboh.

Pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan secara berkala. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi resmi BMKG guna mengantisipasi perkembangan cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.