Pemerintahan

Blak blakan! Samsat Kebumen Buka Data Capaian Pajak Kendaraan 2025, PKB Tembus 90 Persen

898
×

Blak blakan! Samsat Kebumen Buka Data Capaian Pajak Kendaraan 2025, PKB Tembus 90 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala UPPD Samsat Kebumen, Budi Prasetyo, saat menyampaikan paparan capaian penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBNKB tahun 2025.

KEBUMEN, Kebumen24.com — Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Kebumen membeberkan realisasi pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sepanjang tahun 2025. Meski belum sepenuhnya mencapai target murni, capaian penerimaan pajak dinilai mendekati optimal di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kebijakan.

Kepala UPPD Samsat Kebumen, Budi Prasetyo, menjelaskan target murni PKB tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp103,27 miliar. Hingga akhir tahun, realisasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp88,88 miliar atau 86,07 persen. Sementara untuk BBNKB, dari target murni Rp51,65 miliar, terealisasi Rp37,34 miliar atau 72,87 persen.

“Secara target murni memang belum mencapai 100 persen. Namun setelah dilakukan perubahan target pada Agustus 2025, realisasi PKB mencapai 90,17 persen dari target perubahan sebesar Rp98,57 miliar,” ujar Budi Prasetyo, Senin (5/1/2026).

Ia mengungkapkan, penyesuaian target tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Jawa Tengah sebagai respons terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan yang memengaruhi penerimaan pajak daerah. Dari total 37 Samsat di Jawa Tengah, hanya sekitar 12 hingga 13 unit yang mampu mencapai target 100 persen sampai akhir tahun.

Budi menambahkan, struktur kendaraan di Kabupaten Kebumen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian penerimaan. Pada hari-hari terakhir pelayanan, jumlah wajib pajak yang membayar pajak bisa mencapai 1.000 hingga 1.800 kendaraan per hari. Namun mayoritas merupakan kendaraan roda dua berusia lama dengan nilai pajak relatif kecil.

“Berbeda dengan daerah lain yang didominasi kendaraan roda empat atau kendaraan baru. Di Kebumen, kendaraan roda dua masih sangat mendominasi,” jelasnya.

Data UPPD Samsat Kebumen menunjukkan, jumlah kendaraan baru pada tahun 2024 tercatat sebanyak 21.175 unit, terdiri dari 20.394 kendaraan roda dua dan 781 roda empat. Angka tersebut menurun pada tahun 2025 menjadi 20.129 unit, dengan rincian 19.637 roda dua dan 492 roda empat. Penurunan paling tajam terjadi pada kendaraan roda empat yang mencapai sekitar 37 persen.

Selain itu, Samsat Kebumen juga masih menghadapi piutang PKB tahun 2024 yang tergolong besar. Total piutang tercatat mencapai Rp67,24 miliar dari 129.117 obyek pajak. Hingga kini, melalui pembayaran langsung dan program pemutihan, piutang yang berhasil ditagih mencapai Rp24,84 miliar. Artinya, masih tersisa Rp42,40 miliar dari 84.794 obyek pajak.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka piutang tersebut, di antaranya penagihan door to door (D2D), kegiatan busser 74, serta sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Namun demikian, hasilnya dinilai belum maksimal.

Dari sisi opsen pajak daerah, Pemerintah Kabupaten Kebumen pada tahun 2025 menargetkan Opsen PKB sebesar Rp66 miliar, dengan realisasi Rp56,55 miliar atau 85,69 persen. Sementara Opsen BBNKB ditargetkan Rp29,02 miliar dan terealisasi Rp24,02 miliar atau 82,76 persen. Secara rata-rata, capaian opsen PKB dan BBNKB mencapai 84,22 persen.

Memasuki tahun 2026, UPPD Samsat Kebumen memasang target yang lebih tinggi. Target murni PKB ditetapkan sebesar Rp109,16 miliar, sedangkan target BBNKB tetap di angka Rp51,65 miliar.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, sejumlah program optimalisasi telah disiapkan, mulai dari penanganan piutang PKB melalui program D2D dan Sengkuyung Prioritas, perluasan layanan pembayaran melalui Samsat Budiman dan Corporate, kegiatan Gadis Pantura dan Busser 74, peningkatan sosialisasi kepatuhan pajak, hingga penguatan sinergi lintas sektor dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

“Harapannya, dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik serta dukungan seluruh stakeholder, capaian pajak kendaraan bermotor di Kebumen pada tahun 2026 dapat lebih optimal,” pungkas Budi Prasetyo.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.