Pemerintahan

Apresiasi Dukungan Kemenkop, Bupati Lilis: KDMP Kebumen Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Desa

679
×

Apresiasi Dukungan Kemenkop, Bupati Lilis: KDMP Kebumen Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) atas dukungan penuh yang diberikan dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kebumen. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi besar bagi pengurus koperasi di tingkat desa untuk terus bergerak dan berinovasi.

“Target kami pada Januari ini adalah penyelesaian 100 persen untuk 15 titik KDMP agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sebagai penggerak ekonomi desa,” ujar Bupati Lilis.

Hal itu disampaikannya saat mendampingi Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, dalam peninjauan pembangunan dan kesiapan operasional KDMP, Sabtu (24/1/2026).

Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni Desa Bojongsari dan Karangtanjung di Kecamatan Alian, Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong, serta Desa Karangrejo Kecamatan Petanahan.

Bupati Lilis menegaskan, meski sebagian bangunan fisik KDMP masih dalam tahap pembangunan, aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan. Salah satunya di Desa Bojongsari, di mana KDMP telah menggerakkan unit usaha penyedia bahan baku bagi para perajin jas hujan lokal.

Hingga saat ini, progres pembangunan KDMP di Kabupaten Kebumen telah mencapai 204 unit dari target 460 desa/kelurahan. Khusus di Desa Tanggulangin, pembangunan fisik telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menyatakan bahwa Kabupaten Kebumen masuk dalam perencanaan tahap pertama operasionalisasi KDMP secara nasional. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan fasilitas serta dukungan permodalan, baik melalui perbankan Himbara maupun pembiayaan khusus dari Kementerian Koperasi.

“Di Desa Bojongsari, kami melihat prospek yang sangat baik untuk pengembangan produk UMKM seperti jas hujan dan songkok. Kami bahkan telah mempertemukan pengelola koperasi dengan LPDB,” jelas Zabadi.

Sementara itu, Ketua KDMP Bojongsari, Gunadi, mengungkapkan bahwa kebutuhan bahan baku jas hujan di wilayahnya mencapai 150.000 rol per tahun. Pada Desember 2025 saja, nilai transaksi bahan baku melalui koperasi ini menembus Rp1,5 miliar.

“Satu rol bahan PVC bisa menghasilkan sekitar 20 setel jas hujan. Melalui KDMP, kami mengoordinasikan para perajin agar lebih berdaya. Di bulan Januari ini, pesanan meningkat hingga 10.000 rol karena tingginya permintaan di musim hujan,” ungkapnya.

Adapun di Desa Tanggulangin, pengembangan KDMP difokuskan pada sektor pertanian dan perikanan. Ketua KDMP Tanggulangin, Khusnudin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan daerah lain.

Dalam waktu dekat, KDMP Tanggulangin dijadwalkan menerima kunjungan dari KDMP Kabupaten Brebes untuk penjajakan kerja sama komoditas lintas daerah.

Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur, dukungan permodalan, dan inovasi unit usaha, keberadaan KDMP di Kabupaten Kebumen diharapkan mampu menjadi pilar baru ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung program strategis nasional berbasis desa.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com