EkonomiPemerintahan

Bekali WBP Keterampilan Serat Pisang Kelas Pasar Dunia, Rutan Kebumen Teken MoU dengan PT Agrominafiber Jawa Indonesia

1058
×

Bekali WBP Keterampilan Serat Pisang Kelas Pasar Dunia, Rutan Kebumen Teken MoU dengan PT Agrominafiber Jawa Indonesia

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan kerja sama antara Rutan Kelas IIB Kebumen, Inotex Foundation, dan PT Agrominafiber Jawa Indonesia sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan pengolahan serat pisang berorientasi pasar global.

KEBUMEN, Kebumen24.com — Di balik tembok dan jeruji Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen, harapan baru mulai dirajut. Melalui pembinaan berbasis kemandirian, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini dibekali keterampilan mengolah serat pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang berorientasi pasar global.

Langkah progresif ini diwujudkan melalui kerja sama strategis antara Rutan Kelas IIB Kebumen dengan Inotex Foundation dan PT Agrominafiber Jawa Indonesia, dengan dukungan program Sampoerna Untuk Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aula Rutan Kebumen, Kamis, 15 Januari 2026.

Kerja sama ini berfokus pada pelatihan pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami yang dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekspor. Tak sekadar pelatihan, program ini juga membuka peluang keterlibatan warga binaan dalam rantai produksi global.

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menegaskan kolaborasi ini sejalan dengan program Astacita Presiden Republik Indonesia yang diturunkan dalam 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pembinaan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi warga binaan.

“Paradigma pembinaan saat ini tidak lagi sebatas pembinaan mental, tetapi bagaimana warga binaan memiliki keterampilan yang aplikatif dan berguna setelah bebas. Alhamdulillah, kerja sama ini menjadi langkah nyata ke arah tersebut,” ujarnya.

Menurut Pramu, program ini juga menjadi jawaban atas persoalan klasik lembaga pemasyarakatan, yakni overkapasitas. Pembinaan yang produktif dan berkelanjutan diyakini mampu menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.

Pada tahap awal, pelatihan difokuskan pada pemanfaatan limbah pelepah pisang menjadi bahan baku kerajinan.

“Ini hal baru dan sangat menarik. Harapannya tidak berhenti di tahap dasar, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, bahkan menembus pasar ekspor,” imbuhnya.

Saat ini, Rutan Kelas IIB Kebumen menampung sekitar 165 warga binaan, yang akan dilibatkan secara bertahap dalam program pelatihan sesuai minat dan kesiapan masing-masing.

Warga binaan Rutan Kebumen dipersiapkan terlibat dalam rantai produksi kerajinan serat pisang yang telah menembus pasar internasional.

Direktur PT Agrominafiber Jawa Indonesia, Rudy Hermawan, menjelaskan kerja sama ini dilandasi semangat social enterprise yang selama ini dijalankan perusahaannya bersama masyarakat desa dan wilayah pegunungan.

“Kami melihat potensi besar di Rutan Kebumen. Program ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Secara teknis, pelatihan awal difokuskan pada pembuatan tali atau tambang dari serat pelepah pisang yang menjadi bahan dasar berbagai produk, seperti wall decor, karpet, dan keranjang. Bahan baku berasal dari sejumlah wilayah di Kebumen, seperti Karanggayam, Petanahan, dan Sempur.

Menariknya, produk olahan serat pisang Agrominafiber telah menembus pasar internasional, mulai dari Amerika Serikat, Chile, Argentina, Belgia, New Zealand, hingga London.

“Harapannya, warga binaan Rutan Kebumen bisa menjadi bagian dari rantai produksi global tersebut,” tambah Rudy.

Sementara itu, Direktur Inotex Foundation, Fian Grini, menyampaikan pihaknya hadir sebagai mitra PT HM Sampoerna Tbk melalui program CSR Sampoerna Untuk Indonesia yang fokus pada penguatan UMKM.

“PT Agrominafiber adalah UMKM binaan kami. Sejak 2012, Inotex Foundation telah mendampingi sekitar 3.500 UMKM di Indonesia. Untuk Rutan Kebumen, ini kerja sama pertama dan kami sangat mengapresiasi inisiatif ini,” ujarnya.

Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat terus berkembang hingga menghasilkan produk kerajinan berdaya saing global.

Direktur Pemasaran PT Agrominafiber Jawa Indonesia, Profita Hermawan, menambahkan keberlanjutan menjadi kunci keberhasilan program.

“Tujuan utama kami adalah pembekalan dan peningkatan ekonomi warga binaan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya berjalan satu tahun, tetapi berkelanjutan,” katanya.

Saat ini, Agrominafiber telah mengantongi berbagai kontrak pemasaran internasional, termasuk marketplace di Timur Tengah dan penjajakan suplai produk untuk IKEA di New Zealand.

“Akan menjadi kebanggaan jika warga binaan Rutan Kebumen ikut mendukung ekspansi global ini,” pungkasnya.K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com