KEBUMEN, Kebumen24.com — Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi meluncurkan Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani yang terintegrasi dengan program Selaras (Sengkuyung Nglarisi Pasar) di Pasar Tumenggungan Kebumen, Senin (12/1/2026). Program ini menjadi terobosan penting dalam menyinergikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan upaya menghidupkan kembali pasar rakyat dan sektor pertanian lokal.
Launching tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana, Kepala KPPG Sleman Harsono Budi Waluyo, S.E., M.T, Koordinator Regional BGN Jawa Tengah Reza Mahendra, S.H., M.Han., serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI dr. H. Ibnu Naser Arrohimi, S.Ag., M.M.R.
Turut hadir pula jajaran Forkopimda Kebumen, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika, para Kepala SPPG se-Kabupaten Kebumen, pedagang pasar, kelompok tani, dan pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan ikhtiar besar negara dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Di Kebumen, program ini dijalankan dengan komitmen kuat agar berlangsung tertib, aman, higienis, dan berkualitas.
“Lebih dari itu, kami ingin MBG memberi dampak yang lebih luas, tidak hanya mencukupi gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, lahirnya program MBG Nglarisi Pasar berangkat dari keluhan para pedagang pasar yang mengalami penurunan omzet akibat maraknya pedagang keliling dan belanja daring.
“Karena itu kami mendorong dapur MBG secara berkala membeli langsung ke pedagang eceran di pasar tradisional minimal seminggu sekali agar pasar kembali ramai,” jelasnya.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Kebumen berharap pasar rakyat semakin hidup, pedagang lebih sejahtera, dan petani lokal semakin bersemangat bercocok tanam karena memiliki pembeli yang pasti dan berkelanjutan. Saat ini, dapur MBG di Kebumen telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja, dan diproyeksikan meningkat hingga sekitar 10.000 orang ketika seluruh dapur beroperasi penuh.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Surat Edaran Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani sebagai bentuk komitmen agar seluruh dapur MBG memprioritaskan belanja bahan pangan dari pasar rakyat dan petani lokal. Selain itu, turut diresmikan Studio Online Shop Pasar Tumenggungan sebagai langkah adaptasi pasar rakyat menghadapi era digital.
Sementara itu, Kepala BGN RI Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa Kebumen menjadi salah satu daerah dengan progres pembangunan SPPG tercepat di Indonesia.
“Di Kebumen seharusnya ada 190 dapur MBG. Saat ini sudah beroperasi dan dalam persiapan operasi totalnya 142, atau sekitar 75 persen, dan sedang dibangun 48 dapur,” jelasnya.

Dadan menambahkan, satu SPPG mengelola dana sekitar Rp10–11 miliar per tahun, sehingga total dana operasional BGN di Kebumen pada tahun 2026 diperkirakan mendekati Rp2 triliun. Di Jawa Tengah sendiri, dari target 3.300 SPPG, sebanyak 3.193 telah beroperasi dengan 7,5 juta penerima manfaat, sementara di Kebumen penerima manfaat mencapai 368 ribu orang.
Menurutnya, Program MBG bukan hanya investasi untuk sumber daya manusia masa depan, tetapi juga memiliki daya ungkit ekonomi yang sangat besar.
“Saya berharap SPPG dan mitra koperasi maupun UMKM bisa bekerja sama dengan pedagang pasar minimal beli seminggu sekali agar pasar tidak sepi dan ekonomi terus bergerak,” tegasnya.
Sinergi antara MBG dan Nglarisi Pasar dan Petani ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.(K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















