Pemerintahan

Ziarah Jelang HAB ke-80 Kemenag RI, Pengusul Kementerian Agama Ternyata Mertua Bupati Kebumen

691
×

Ziarah Jelang HAB ke-80 Kemenag RI, Pengusul Kementerian Agama Ternyata Mertua Bupati Kebumen

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani melakukan ziarah ke makam KH Abu Dardiri di Purwokerto, Selasa (30/12/2025), menjelang peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, fakta sejarah penting kembali terungkap. Sosok KH Abu Dardiri, salah satu tokoh pengusul berdirinya Kementerian Agama RI, ternyata memiliki hubungan keluarga dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Hal itu terungkap saat Bupati Kebumen melakukan ziarah ke makam KH Abu Dardiri di kompleks pemakaman Jalan Pekih, Purwokerto, Selasa (30/12/2025). Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian refleksi sejarah menjelang peringatan HAB Kemenag.

KH Abu Dardiri diketahui merupakan ayah mertua Bupati Lilis Nuryani. Selain hubungan kekeluargaan, ziarah ini juga sarat nilai sejarah mengingat peran besar almarhum dalam perjalanan lahirnya Kementerian Agama Republik Indonesia.

KH Abu Dardiri lahir di Gombong, Kebumen, pada 24 Agustus 1895. Ulama kharismatik ini pernah memimpin Muhammadiyah Banyumas selama 33 tahun, sejak 1930 hingga 1963. Dedikasinya tidak hanya dalam dunia dakwah dan organisasi keagamaan, tetapi juga dalam perjuangan kebangsaan.

Dalam Sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tahun 1945, KH Abu Dardiri bersama KH Saleh Su’aidy menyampaikan gagasan penting, yakni perlunya pemisahan urusan agama dari Kementerian Pengajaran. Usulan tersebut kemudian diterima oleh Presiden Soekarno dan menjadi dasar berdirinya Kementerian Agama pada 3 Januari 1946.

“Hari ini kami berziarah ke makam almarhum mertua saya, KH Abu Dardiri. Beliau adalah ayahanda dari Pak Fuad. Peran beliau bagi bangsa ini sangat besar, khususnya dalam membidani lahirnya Kementerian Agama,” ujar Bupati Lilis Nuryani di sela kegiatan ziarah.

Putra almarhum, Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, mengaku terharu atas perhatian dan doa yang terus diberikan oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Ia menuturkan bahwa kisah perjuangan ayahnya selama ini lebih banyak ia ketahui dari cerita sang ibunda.

“Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar Kantor Kemenag Kebumen yang selalu mendoakan. Saya baru mengetahui secara resmi bahwa ayah saya diakui sebagai pengusul Kementerian Agama pada masa awal reformasi tahun 1997,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa sang ayah, keluarga besar KH Abu Dardiri saat ini tengah membangun Masjid Abu Dardiri yang berlokasi di Pondok Pesantren Al-Kamal, Kuwarasan, Kebumen.

Suasana ziarah makam KH Abu Dardiri yang dihadiri keluarga dan jajaran Kemenag Kebumen, mengenang jasa tokoh pengusul berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki utang sejarah kepada KH Abu Dardiri.

“Tanpa usulan beliau, mungkin Kementerian Agama tidak akan pernah ada. Dari kegigihan almarhum, kami mengambil ibroh dan teladan. Semoga amal jariyah beliau terus mengalir,” ujarnya.

Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama RI tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, sekaligus menjadi momentum penting untuk kembali mengenalkan sosok KH Abu Dardiri sebagai bagian dari sejarah besar perjalanan bangsa, khususnya dalam pengelolaan urusan keagamaan di Indonesia.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.