Ekonomi

Tutup Buku Tahun 2025, Kinerja Keuangan BPR BKK Kebumen Lampaui Target

1030
×

Tutup Buku Tahun 2025, Kinerja Keuangan BPR BKK Kebumen Lampaui Target

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen Sutrisno (kiri) didampingi Direktur Kepatuhan Sudiharto (kanan) saat memaparkan capaian kinerja keuangan tahun buku 2025 di Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Menutup tahun buku 2025, PT BPR BKK Kebumen mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan. Bank milik pemerintah daerah ini sukses melampaui target aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK), sekaligus menyiapkan strategi penguatan layanan untuk menghadapi tahun 2026.

Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, didampingi Direktur Kepatuhan Sudiharto, mengungkapkan hingga 21 Desember 2025, realisasi aset perusahaan telah mencapai Rp560,84 miliar, atau 100,06 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp556,08 miliar.

“Capaian Dana Pihak Ketiga juga sangat positif. Dari target Rp476,98 miliar, kami berhasil menghimpun Rp486 miliar atau 101,89 persen. Kami optimistis angka ini masih akan bergerak naik hingga penutupan tahun pada 31 Desember nanti,” ujar Sutrisno saat memaparkan kinerja perusahaan, Senin (22/12/2025).

Di tengah persaingan kredit yang semakin ketat, realisasi penyaluran kredit tercatat mencapai Rp367,19 miliar atau 94 persen dari target. Manajemen menargetkan angka tersebut dapat menembus 95 persen hingga akhir tahun.

Sementara itu, laba perusahaan berada di angka Rp12,53 miliar atau 91 persen dari target tahunan.

“Kami terus berupaya agar laba bisa mencapai 100 persen. Inilah potret kinerja BPR BKK Kebumen sepanjang 2025, dan tentu kami berharap pada 2026 hasilnya akan jauh lebih baik,” imbuhnya.

Memasuki tahun 2026, PT BPR BKK Kebumen akan memperkuat dua program unggulan, yakni Sobat Tani dan Kredit Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Melalui program Sobat Tani, BPR BKK Kebumen menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) serta para penyuluh pertanian untuk meminimalkan risiko kredit. Program ini mendapat dukungan subsidi bunga dari Pemerintah Kabupaten Kebumen sebesar Rp350 juta per tahun.

“Kami ingin membantu petani dalam hal permodalan, baik untuk musim tanam maupun pupuk, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan di Kebumen,” jelas Sutrisno.

Untuk Kredit PMI, BPR BKK Kebumen bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) guna memberikan akses permodalan berbunga ringan bagi calon pekerja migran yang akan berangkat ke negara tujuan seperti Jepang, Korea, Malaysia, dan Singapura.

Sebagai contoh, plafon pinjaman untuk tujuan Jepang mencapai maksimal Rp75 juta dengan tenor 3 hingga 5 tahun.

“Biasanya satu tahun sudah lunas melalui angsuran bulanan yang dikirimkan lewat orang tua sebagai penjamin,” kata Sudiharto.

Tingginya kepercayaan masyarakat menyimpan dana di BPR BKK Kebumen dinilai karena status kepemilikan bank yang jelas, yakni 51 persen saham milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 49 persen milik Pemkab Kebumen. Selain itu, seluruh dana nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Rasio likuiditas kami sangat sehat. Dana Pihak Ketiga yang disalurkan kembali dalam bentuk pinjaman berada di angka 81 persen, jauh di bawah batas maksimal 94 persen. Ini adalah rasio yang cantik bagi sebuah bank,” pungkas Sutrisno.

Capaian positif ini pun mendapat apresiasi dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Saat menghadiri kegiatan pembinaan kinerja di Aula BPR BKK Kebumen beberapa waktu lalu, Bupati menyampaikan rasa bangga atas profesionalisme dan komitmen seluruh jajaran pegawai dalam menjaga kesehatan perbankan daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kebumen.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.