Pemerintahan

Tinjau Prototipe Dapur MBG di Kebumen, Menteri PU Dorong Standar Layanan Gizi Anak yang Lebih Higienis dan Modern

1043
×

Tinjau Prototipe Dapur MBG di Kebumen, Menteri PU Dorong Standar Layanan Gizi Anak yang Lebih Higienis dan Modern

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen pada Kamis, 20 November 2025. Dalam agenda tersebut, Menteri Dody meninjau secara langsung prototipe Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Tanuharjo, Kecamatan Alian.

Kedatangan Menteri PU disambut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Bupati Zaeni Miftah, pimpinan OPD terkait, kontraktor pelaksana, serta Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kebumen. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Kebumen sebagai daerah yang terpilih untuk pengembangan dapur MBG berstandar nasional.

Pembangunan dapur SPPG ini merupakan program Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adhi Karya dan kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan nilai CSR mencapai Rp 6,2 miliar, bangunan seluas 400 m² tersebut berdiri di atas lahan 8.980 m² dan dirancang sebagai model percontohan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa SPPG Desa Tanuharjo merupakan prototipe serupa dengan yang telah dibangun di Kota Banjar. “Kalau di sana CSR dari PT PP, kalau di sini CSR dari PT Adhi Karya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dapur MBG yang dikembangkan Kementerian PU memiliki standar lebih tinggi dibandingkan dapur umum pada umumnya. “Ini sudah sesuai instruksi Presiden. Dapur ini harus berstandar bintang lima agar makanan yang diproduksi benar-benar higienis dan bergizi,” jelasnya.

Bangunan SPPG dilengkapi fasilitas modern seperti cooker hood, dinding panel tahan api, lantai berlapis epoxy, dinding anti noda, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta instalasi air minum yang terpisah dari bangunan utama. Untuk menjaga kualitas penyimpanan bahan pangan seperti daging dan susu, dapur juga dilengkapi genset agar kulkas tidak pernah mati.

“Ini prototipe awal. Ke depan, Kementerian PU akan membangun lebih dari 200 dapur MBG atau SPPG di berbagai daerah, terutama wilayah 3T,” tegasnya.

Dapur MBG Desa Tanuharjo direncanakan melayani 24 sekolah dengan total sekitar 2.000 porsi makanan bergizi setiap harinya. Tenaga operasionalnya akan direkrut dari warga lokal, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Meski pembangunan fisik telah selesai, Menteri PU menyebut proses serah terima SPPG masih dalam tahap administrasi dan akan segera diselesaikan.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya karena Kebumen dipilih sebagai pilot project SPPG oleh Badan Gizi Nasional. Ia menegaskan bahwa keberadaan dapur MBG akan memberikan manfaat besar bagi anak-anak sekolah di wilayah Kebumen.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lilis juga memanfaatkan momen untuk menyampaikan persoalan infrastruktur mendesak, terutama terkait tanggul Sungai Karanganyar yang kerap jebol saat hujan deras dan menyebabkan banjir.

“Kalau banjir, airnya sampai ke jalan nasional Karanganyar, Pak,” jelasnya kepada Menteri PU.

Menanggapi hal itu, Menteri Dody menyatakan bahwa kementeriannya siap membantu penanganan tanggul. Namun ia menekankan bahwa persoalan hulu sungai berada dalam kewenangan pemerintah daerah sehingga perlu sinergi yang lebih kuat.

Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam mendorong pelayanan gizi berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan infrastruktur di Kebumen, sejalan dengan visi pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.