Inspirasi

Aipda Margadi, Polisi Inovatif di Tengah Sawah: Kembangkan Sistem “Sarpantik” untuk Kemandirian Pangan Warga

886
×

Aipda Margadi, Polisi Inovatif di Tengah Sawah: Kembangkan Sistem “Sarpantik” untuk Kemandirian Pangan Warga

Sebarkan artikel ini
Aipda Margadi, Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren, turun langsung ke sawah menerapkan sistem Sarpantik yang ia kembangkan di Desa Indrosari, Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di tengah hamparan sawah hijau Desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren, tampak sosok berseragam cokelat menyatu dengan lumpur. Ia bukan petani biasa, melainkan Aipda Margadi, Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren, Polres Kebumen, yang dikenal karena inovasinya menciptakan sistem tumpang sari bernama Sarpantik singkatan dari Sayur, Padi, Ikan, dan Itik.

Sarpantik merupakan gagasan cerdas Margadi dalam memanfaatkan lahan sempit agar tetap produktif dan berkelanjutan. Di lahan percobaannya, padi tumbuh di tengah petakan sawah, ikan lele hidup di genangan air, itik mencari makan alami di sekitar, sementara sayuran hijau tumbuh subur di tepi sawah.

“Konsep ini kami kembangkan agar lahan kecil bisa dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, sistemnya saling mendukung. Ikan membantu mengendalikan hama padi secara alami, sementara kotoran itik menjadi pupuk organik,” ujar Margadi saat ditemui di sela aktivitasnya, Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru dari keterbatasan itulah muncul kreativitas dan keseimbangan ekosistem yang lebih baik.

Yang menarik, hasil dari sistem Sarpantik tidak hanya dinikmati untuk dirinya sendiri. Sebagian ikan lele dibagikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Inovasi Margadi kini mulai menarik perhatian warga Desa Indrosari. Banyak yang datang untuk belajar langsung darinya. Dengan sabar, ia menjelaskan setiap langkah, bahkan mendampingi warga yang tertarik menerapkan sistem tersebut di lahan mereka.

Namun, Margadi tetap rendah hati. Ia menolak disebut sosok inspiratif.

“Kalau masyarakat makmur, keamanan juga terjaga. Itu sudah sejalan dengan tugas kami menjaga ketertiban dan kesejahteraan,” ucapnya merendah.

Apresiasi pun datang dari pimpinan. Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri menyebut keteladanan Aipda Margadi sebagai wujud nyata semangat Presisi Polri — profesional, empati, dan solutif.

“Keteladanan yang ditunjukkan Aipda Margadi adalah bentuk pengabdian sejati seorang anggota Polri. Ia tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga bagian dari solusi kehidupan masyarakat,” ujar Kapolres.

Menurutnya, inovasi Sarpantik menjadi bukti bahwa anggota Polri bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat  memperkuat ketahanan pangan, mendorong kemandirian warga, sekaligus mempererat hubungan polisi dan masyarakat.

Dari tangan seorang polisi yang tak segan turun ke sawah, lahir gagasan sederhana yang membawa manfaat besar. Sarpantik bukan sekadar sistem tumpang sari, tetapi simbol kepedulian dan pengabdian yang tumbuh dari tanah Desa Indrosari.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.