SEJARAH

Kupas Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober: Ketika Doa dan Jihad Santri Menjaga Indonesia

2016
×

Kupas Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober: Ketika Doa dan Jihad Santri Menjaga Indonesia

Sebarkan artikel ini
Santri Indonesia. (Foto: dok. NU Online)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan. Tanggal bersejarah itu menjadi simbol pengakuan negara terhadap peran besar santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 oleh KH Hasyim Asy’ari.

Penetapan Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 menegaskan supremasi perjuangan kaum santri di masa-masa genting pasca Proklamasi 17 Agustus 1945. Saat itu, pasukan NICA yang membonceng tentara Sekutu berusaha kembali menguasai Indonesia.

Namun, para ulama pesantren sudah lebih dahulu bersiap. Jauh sebelum Jepang menyerah kepada Sekutu, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, telah memikirkan pentingnya mempersiapkan kekuatan pemuda—terutama para santri—dalam menghadapi ancaman perang.

Atas kesepakatan dengan Jepang yang diwakili oleh KH Abdul Wahid Hasyim, dibentuklah Laskar Hizbullah pada November 1943. Pasukan santri ini dilatih secara militer, namun berdiri mandiri di luar struktur tentara Jepang. Kiai Hasyim memandang langkah itu bukan bentuk ketundukan, melainkan strategi jangka panjang untuk mempersiapkan para santri menghadapi kemungkinan agresi penjajah di masa depan.

Benar saja, ketika Jepang menyerah, Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II. Para santri yang tergabung dalam Laskar Hizbullah pun telah siap tempur.

KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya Berangkat dari Pesantren (2013) menulis bahwa pelatihan militer Hizbullah pertama digelar di Cibarusa, Bogor, pada awal 1944 dan diikuti 150 pemuda dari berbagai daerah di Jawa dan Madura. Pelatihan ini menjadi fondasi kesiapan santri ketika perang besar pecah di Surabaya pada 10 November 1945.

Puncak perjuangan itu ditandai dengan fatwa dan Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk berjihad mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, melawan pasukan Sekutu yang berusaha mengembalikan kekuasaan Belanda.

Martin van Bruinessen dalam NU: Tradisi, Relasi Kuasa, dan Pencarian Wacana Baru (1994) mencatat bahwa pada 21–22 Oktober 1945, para kiai dari seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya dan menyatakan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan adalah “jihad fi sabilillah.”

Seruan ini menggema ke seluruh penjuru Nusantara. Santri, rakyat, dan pasukan Hizbullah serta Sabilillah bergabung dalam pertempuran besar di Surabaya, Semarang, Ambarawa, hingga Parakan. Semangat jihad itu juga diperkuat oleh doa dan restu para ulama, termasuk KH Subchi Parakan yang membekali para pejuang dengan doa dan semangat spiritual.

Dalam Piagam Perjuangan Kebangsaan (Abdul Mun’im DZ, 2011), disebutkan bahwa Resolusi Jihad menegaskan:

“Mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum Agama Islam termasuk satu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam.”

Semangat jihad inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat nasionalisme religius yang dikenal dengan semboyan “Hubbul Wathon Minal Iman” – cinta tanah air sebagian dari iman.

Bahkan, dalam Muktamar ke-16 NU di Purwokerto pada Maret 1946, KH Hasyim Asy’ari kembali menegaskan bahwa kemuliaan Islam hanya bisa ditegakkan di negeri yang merdeka. Bagi beliau, kemerdekaan adalah syarat utama berdirinya keadilan dan penegakan syariat Islam di bumi Indonesia.

Kini, setiap 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri sebagai momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Sebuah pengingat bahwa semangat jihad, cinta tanah air, dan pengabdian kepada bangsa adalah warisan luhur pesantren yang harus terus dijaga.

Penulis: Aida Chomsah

Editor: Fathoni Ahmad

Sumber: NU Online

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.