PemerintahanPendidikan

Metode Al Fuadi Mudahkan Belajar Nahwu, Bupati Kebumen Apresiasi dan Siap Fasilitasi Guru Agama

1607
×

Metode Al Fuadi Mudahkan Belajar Nahwu, Bupati Kebumen Apresiasi dan Siap Fasilitasi Guru Agama

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran Forkopimcam dan para tokoh pendidikan menghadiri Pelatihan Nahwu Dasar di Masjid Ar Rahman Gombong, Sabtu (27/9/2025).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ilmu Nahwu yang selama ini kerap dianggap sulit dan rumit, kini menjadi lebih mudah dipahami berkat hadirnya Metode Al Fuadi. Hal itu tampak dalam Pelatihan Nahwu Dasar yang digelar di Masjid Ar Rahman Kauman Gombong, sejak 27 September hingga 2 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Mukhsinul Mubarok, Kabag Kesra Tjahjo Sambodo, Forkopimcam Gombong, Lurah Gombong, serta kepala sekolah SMP dan MTs se-Zona 5 Gombong. Hadir pula Ketua Tim Perumus Metode Al Fuadi Ir Mohammad Yahya Fuad SE, narasumber Ustaz M Wahyudi, Takmir Masjid Ar Rahman, dan Tim Relawan Tutor Pendamping Al Fuadi.

Ketua Takmir Masjid, Ahmad Muhrodi, menyebut pelatihan ini diikuti 55 peserta dari Kebumen dan 8 peserta dari luar daerah. “Peserta terjauh datang dari Sumenep, Bangil, Surabaya, Kuningan, hingga Bandung,” jelasnya, Senin (29/9/2025).

Salah satu peserta dari luar kota memberikan testimoni bahwa metode ini runtut dan mudah dipahami. “Bagi orang yang belum pernah belajar Nahwu sekalipun, metode ini bisa dipahami dengan mudah, seperti belajar Iqro,” ungkapnya.

Narasumber, Ustaz M Wahyudi, menjelaskan bahwa Ir Mohammad Yahya Fuad SE adalah inisiator utama metode ini. Keistimewaan Al Fuadi, menurutnya, justru berawal dari media praktik berupa Mushaf Quran Nahwu Al Fuadi. “Banyak metode belajar Nahwu, tapi belum ada yang punya media praktik. Al Fuadi terbalik, mushafnya dibuat dulu, lalu baru dirumuskan metodenya,” paparnya.

Metode ini bahkan kini tersedia dalam bentuk aplikasi dengan 500 pengguna aktif harian di Playstore. Berdasarkan testimoni pesantren salafiyah, Mushaf Quran Nahwu Al Fuadi dinilai sebagai mushaf i’rob terbaik di Indonesia.

“Alhamdulillah, saya ajarkan kepada santri Tsanawiyah di Ponpes Al Kamal, hanya butuh waktu satu bulan mereka sudah bisa menganalisis kalimat dalam ayat Al-Qur’an,” tambah Ustaz Wahyudi.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani mengapresiasi inovasi ini. Menurutnya, metode Al Fuadi penting untuk peningkatan kualitas pendidikan, karena mudah, sistematis, aplikatif, dan menyenangkan. “Dulu waktu saya belajar tamyiz di Ponpes Al Kamal itu susah sekali. Alhamdulillah sekarang ada metode yang lebih mudah,” kenangnya.

Bupati menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama kemajuan daerah. “Ini bukan hanya teknik pembelajaran, melainkan ikhtiar untuk memudahkan santri dan pelajar dalam memahami ilmu Nahwu,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kebumen berencana memfasilitasi pelatihan ini untuk seluruh guru agama di Kabupaten Kebumen.

Sementara itu, Ketua Tim Perumus Ir Mohammad Yahya Fuad menuturkan, nama Al Fuadi merupakan akronim dari para penyusunnya: Al (Ikmal), Fu (Mohammad Yahya Fuad), A (Ustaz Ansori Hojin), dan Di (Ustaz M Wahyudi). Metode ini lahir dari pengalamannya yang kesulitan mempelajari kitab kuning.

Ia menambahkan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) metode Al Fuadi telah diwakafkan untuk umat Islam, dan kini sudah digunakan hingga Singapura dan Malaysia.

“Dengan bangga kami mewakafkan HKI Al Fuadi untuk seluruh umat Islam,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.