PemerintahanPendidikan

Gali Pengetahuan Geologi, Dandim 0709 Kebumen Kunjungi BRIN hingga Geosite Watukelir

×

Gali Pengetahuan Geologi, Dandim 0709 Kebumen Kunjungi BRIN hingga Geosite Watukelir

Sebarkan artikel ini
Dandim 0709 Kebumen, Letkol Arm. Purba Sudibyo, S.I.P., bersama Peneliti Senior BRIN Dr. Chusni Ansory saat meninjau koleksi batuan di Taman Melange BRIN.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Komandan Kodim (Dandim) 0709 Kebumen, Letkol Arm. Purba Sudibyo, S.I.P., melakukan kunjungan edukatif ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sukendar Asyikin View, serta Geosite Watukelir, Rabu 17 September 2025. Dalam kunjungan ini, Dandim bertemu langsung dengan Peneliti Senior BRIN, Dr. Chusni Ansory, dan praktisi kebumian sekaligus arsitek, Ir. Imam Muthoha.

Kegiatan dimulai di Taman Melange BRIN, yang dikenal sebagai laboratorium alam kebumian. Dr. Chusni Ansory menjelaskan ragam batuan yang tersingkap di Kebumen, yang menyimpan catatan panjang sejarah geologi Pulau Jawa.

Perjalanan berlanjut ke Sukendar Asyikin View, titik interpretasi Teori Tektonik Lempeng. Di lokasi ini, Ir. Imam Muthoha memaparkan bagaimana pertemuan lempeng samudera dan benua membentuk fenomena geologi kompleks sekaligus unik di kawasan Kebumen.

Puncak kunjungan berada di Geosite Watukelir, Seboro, Sadang. Situs berkelas internasional ini memperlihatkan keindahan batuan berwarna-warni yang oleh masyarakat dikenal sebagai Watukelir. Di sini tersingkap tiga jenis batuan sekaligus: beku, sedimen, dan metamorf.

Suasana kunjungan ke Geosite Watukelir, Seboro, Sadang, yang menyingkap keindahan batuan berwarna-warni khas Kebumen berkelas internasional.

Menurut Dr. Chusni, Watukelir ibarat “black box”-nya Pulau Jawa, karena merekam perjalanan panjang terbentuknya pulau sejak jutaan tahun silam. Mulai dari lava bantal (pillow lava), lempung merah dengan fosil radiolaria, hingga eklogit bertekanan tinggi—semuanya menjadi bukti otentik proses geologi yang luar biasa.

Dandim 0709 Kebumen, Letkol Arm. Purba Sudibyo, menyampaikan apresiasi atas penjelasan tersebut. “Pengetahuan ini sangat berharga, bukan hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi kita semua untuk menjaga dan melestarikan warisan alam Kebumen yang mendunia,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara TNI, akademisi, dan pemerintah daerah dalam mendukung Geopark Kebumen. Selain menyimpan nilai ilmiah, kawasan ini juga memiliki potensi besar untuk edukasi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.