PERISTIWA

Jumlah Pelajar di Petanahan Keracunan MBG Bertambah Jadi 157 Orang

1497
×

Jumlah Pelajar di Petanahan Keracunan MBG Bertambah Jadi 157 Orang

Sebarkan artikel ini
Petugas medis Puskesmas Petanahan tengah memantau kondisi pelajar yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan dari program MBG.

PETANAHAN, Kebumen24.com – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, terus bertambah. Hingga Jumat, 26 September 2025 pukul 13.30 WIB, tercatat 157 pelajar mengalami gejala keracunan usai menyantap menu soto dan perkedel yang dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanggadung.

Sebelumnya, pada Kamis (25/9/2025), sebanyak 101 pelajar dilaporkan dilarikan ke fasilitas kesehatan dengan keluhan sakit perut, mual, hingga muntah. Gejala mulai muncul pada sore hari dan semakin memburuk pada malam harinya.

Kepala Puskesmas Petanahan, dr R Sunarko Slamet MSc, menyampaikan bahwa data 157 pasien bergejala dihimpun melalui formulir daring yang diisi guru, bidan, maupun wali murid. Dari jumlah itu, 67 pasien adalah laki-laki dan 90 perempuan.

“Alhamdulillah kondisi pasien saat ini relatif membaik. Kemarin malam pun sudah baik. Hari ini semua infus sudah kita lepas,” jelas dr Sunarko, Jumat siang.

Menurutnya, bila tidak ada keluhan lanjutan, pasien diperkirakan bisa dipulangkan pada Sabtu (27/9/2025). “Pada prinsipnya mereka sudah sehat, sudah bisa makan, dan tidak pusing lagi,” tegasnya.

Adapun dari total pasien, 27 orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Petanahan. Di RS PKU Muhammadiyah Petanahan, tercatat 36 pasien masuk IGD dengan 9 pasien dirawat inap, sementara sisanya cukup menjalani observasi dan dipulangkan.

Sejumlah orang tua mendampingi anak-anak mereka di ruang perawatan Puskesmas Petanahan, Kebumen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen, dr Iwan Danardono, menegaskan bahwa seluruh pasien tidak akan dibebankan biaya pengobatan.

Terkait penyebab keracunan, dr Iwan mengungkapkan bahwa sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium di Yogyakarta dan saat ini masih menunggu hasil uji.

Sebagai langkah pencegahan, dapur MBG di Karanggadung untuk sementara dihentikan operasionalnya. “Ke depan, monitoring akan lebih ketat. Prosedur higienitas mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi harus benar-benar dipastikan, termasuk kewajiban sertifikasi dapur,” ujarnya.(K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com