KEBUMEN, Kebumen24.com – Pasca kericuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi di DPRD Kebumen, suasana damai kembali terasa di Kabupaten Kebumen. Selasa (2/9/2025), jajaran Forkopimda bersama tokoh lintas agama menggelar Doa Bersama dan Deklarasi Damai di Pendopo Kabumian. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan yang dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kapolres AKBP Eka Baasith, Dandim 0709/Kebumen Letkol Arm Purba Sudibyo, Ketua DPRD Saman, tokoh agama, budayawan, dan masyarakat.
Doa lintas agama dipimpin oleh lima tokoh dari berbagai agama di Kebumen: KH. Mudhofi (Islam), Romo Stefanus Heriyanto (Katolik), Pendeta Dadang (Kristen), Romo Joko (Buddha), dan Hengki Halim (Konghucu). Setelah doa, Ketua GP Ansor Kebumen, Ahmad Amin Mustofa, memimpin pembacaan Deklarasi Damai, yang kemudian ditandatangani oleh seluruh tamu undangan sebagai simbol komitmen menjaga kedamaian.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menekankan pentingnya memaknai perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan. “Alhamdulillah hari ini kita bisa hadir dengan penuh kebersamaan. Mari kita bersihkan hati, jaga lisan, dan jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi,” ajaknya. Ia berharap semangat kebersamaan ini menjadi benteng menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menegaskan bahwa kondusifitas wilayah hanya bisa tercipta jika semua elemen masyarakat bergandengan tangan. “Doa lintas agama dan deklarasi damai ini menunjukkan bahwa Kebumen solid dan kompak. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga Kabupaten Kebumen tetap aman dan nyaman,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Dandim 0709/Kebumen Letkol Arm Purba Sudibyo mengapresiasi kerja keras aparat keamanan saat mengawal aksi unjuk rasa. “Yang berlalu biarlah berlalu. Mari kita menyongsong masa depan untuk mewujudkan generasi emas 2024,” katanya.

Acara ini juga menegaskan bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Perwakilan organisasi pemuda seperti GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah mengingatkan pentingnya tidak mudah terprovokasi, menjaga ketertiban, serta memperkuat kasih sayang antar generasi.
Deklarasi damai yang dibacakan mencakup tiga poin penting:
- Menjaga toleransi antar umat beragama dan antar golongan dalam bingkai NKRI.
- Menciptakan suasana guyub, rukun, dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
- Merawat keamanan dan ketertiban demi terwujudnya Kebumen yang beriman, maju, sejahtera, dan berbudaya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah modal utama membangun Kebumen yang harmonis, aman, dan penuh persaudaraan. (K24/ILHAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















