PemerintahanPertanian

Panen Raya di Gombong, Bukti Sukses Corporate Farming Dongkrak Kesejahteraan Petani

959
×

Panen Raya di Gombong, Bukti Sukses Corporate Farming Dongkrak Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama para petani dan jajaran Forkompimda saat memanen padi di Desa Wero, Gombong. Panen raya ini menjadi simbol keberhasilan Corporate Farming yang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

GOMBONG, Kebumen24.com — Hamparan sawah hijau Desa Wero, Kecamatan Gombong, berubah meriah pada Selasa (15/7/2025). Suasana penuh semangat terasa saat Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, turun langsung memimpin panen raya padi dengan sistem Corporate Farming, sebuah program inovatif yang diyakini mampu mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Kebumen.

Turut mendampingi Bupati, Dandim 0709 Kebumen Letkol ARM Purba Sudibyo, Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, jajaran OPD, Forkompimcam Gombong, para kepala desa se-Kecamatan Gombong, Gapoktan, serta ratusan warga Desa Wero yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para petani yang berhasil meraih panen melimpah. Menurutnya, Corporate Farming bukan sekadar metode bertani modern, tetapi juga sebuah strategi kolaborasi yang mempertemukan petani dengan mitra perusahaan, lembaga perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Ini bukti nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” tegas Bupati Lilis, yang langsung disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Ia menambahkan, keberhasilan ini lahir dari kombinasi sinergi, inovasi, serta semangat gotong royong para petani. Pemkab Kebumen, lanjutnya, akan terus mendukung melalui berbagai kebijakan pro-petani, mulai dari kemudahan perizinan, penguatan kelembagaan, hingga akses teknologi dan pasar.

“Hari ini kita bisa saksikan sendiri. Panen melimpah, kualitas padi meningkat, dan pendapatan petani juga naik. Inilah wujud nyata Kebumen menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya optimistis.

Kepala Desa Wero, M Zaenur Rokhman, menuturkan panen kali ini merupakan kali kedua desanya memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.

Pada masa tanam (MT) 1, sawah seluas 3 hektare mampu menghasilkan 19 ton gabah kering panen (GKP), jauh melebihi hasil panen dengan cara tradisional. Kini, pada MT 2, Desa Wero kembali menggunakan teknologi mutakhir seperti transplanter (alat tanam), dronesprayer (drone semprot), hingga combine harvester (alat panen).

“Kalau MT 1 kemarin 3 hektare bisa menghasilkan 19 ton, ini jelas lebih banyak dibanding cara tradisional,” terang Zaenur.

Meski terbukti sukses, Zaenur mengakui tantangan terbesar masih terletak pada pola pikir petani yang cenderung bertahan pada cara lama.

“Petani itu banyak yang masih ragu mencoba alsintan. Mereka lebih nyaman dengan cara tradisional,” tuturnya.

Saat ini, program Corporate Farming masih dijalankan di lahan desa, yang baru mencakup sekitar 30% dari total lahan pertanian Desa Wero.

Zaenur berharap keberhasilan panen raya ini dapat membuka mata para petani lain untuk berani beralih ke teknologi modern demi masa depan yang lebih sejahtera.

“Harapannya para petani akan tergugah dan mau mencoba setelah melihat hasilnya sendiri,” pungkasnya penuh harap.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.