Ekonomi

Warga Kebumen Produksi Permen Sajen Dikirim ke Bali, Sekali Kirim Capai 7 Ton

2499
×

Warga Kebumen Produksi Permen Sajen Dikirim ke Bali, Sekali Kirim Capai 7 Ton

Sebarkan artikel ini
Anwar Mustofa menunjukkan produk permen “Mahar Dewa Agung – Permen Sajen Banten” yang rutin dikirim ke Bali untuk keperluan ritual keagamaan.(Foto: Kebumen24.com)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik sebuah usaha rumahan yang tampak sederhana di Desa Purwosari, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, tersembunyi kontribusi besar terhadap pelestarian budaya spiritual di Bali. Adalah Anwar Mustofa, pria asal Kebumen yang kini menjadi penyuplai utama permen khusus untuk keperluan ritual umat Hindu di Pulau Dewata.

Permen yang diproduksi Anwar dikemas dengan label “Mahar Dewa Agung – Permen Sajen Banten.” Uniknya, permen ini bukan untuk dikonsumsi, melainkan diperuntukkan sebagai bagian dari sesaji dalam upacara adat di pura-pura maupun rumah ibadah umat Hindu.

Permen tersebut memiliki peran penting dalam berbagai upacara besar seperti Galungan, Kuningan, hingga Nyepi.

“Permennya memang dibuat khusus untuk sajen, bukan untuk dimakan. Sekali kirim bisa sampai 7 ton,” ujar Anwar kepada Kebumen24.com, Jumat 18 Juli 2025.

Usaha ini dikelola di bawah bendera CV Bina Usaha Bersama dan terus menunjukkan perkembangan pesat. Permen dikirim rutin setiap bulan ke berbagai wilayah di Bali seperti Denpasar, Gianyar, dan Karangasem. Menjelang hari-hari besar keagamaan, permintaan bisa meningkat tajam.

Tak hanya memproduksi permen, Anwar juga menyuplai kebutuhan sesaji lainnya seperti gula, janur (daun kelapa muda), dan beras.

“Kalau digabung semua, bisa sampai 8 sampai 9 ton dalam sekali pengiriman,” imbuhnya.

Yang menarik, bahan baku utama permen ini berasal dari produk permen reject atau tidak layak edar yang didatangkan dari Jakarta. Daripada dibuang, permen-permen tersebut justru diberdayakan sebagai bahan sajen. Sebagian kecil juga dimanfaatkan sebagai bahan molase untuk keperluan peternakan.

Usaha ini mulai digeluti sejak Mei 2025 dan kini menjadi sumber penghidupan tidak hanya bagi keluarga Anwar, tetapi juga bagi warga sekitar. Saat ini, terdapat sekitar 20 pekerja lokal yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pengemasan.

“Kami senang bisa ikut menjaga tradisi masyarakat Hindu di Bali, walaupun kami dari Jawa Tengah. Ini juga membuka peluang kerja bagi warga di sini,” ungkap Anwar.

Kisah inspiratif Anwar Mustofa menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dimulai dari mana saja  bahkan dari desa kecil seperti Purwosari, Kebumen.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.