KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen resmi menetapkan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui Deklarasi dan Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani kepada seluruh camat se-Kabupaten Kebumen, dalam sebuah upacara resmi yang digelar di Pendopo Kabumian, Kamis (26/6/2025).
Acara penting ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli, Kepala BPBD, Kepala Dinsos P3A, jajaran Forkopimda, serta seluruh Camat, Koramil, dan Kapolsek dari 26 kecamatan di wilayah Kebumen.
Sebagai tanda dimulainya program KENCANA, Bupati secara simbolis menyerahkan pengukuhan kepada Camat Karanganyar dan Camat Karangsambung. Langkah ini menjadi tonggak awal penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan bencana yang dimulai dari tingkat akar rumput.
Melalui sambutan daring, Kepala Sub Direktorat Standarisasi Tata Operasional Sumber Daya Manajemen Penanggulangan Bencana Direktorat MPBK, Pramudya Ananta Boga, M.Si, menyebut program KENCANA sebagai inisiatif vital dalam membangun budaya sadar bencana.
“Ini adalah bentuk nyata penguatan kapasitas kesiapsiagaan. Setiap daerah memiliki karakter risiko bencananya masing-masing, maka pemahaman lokal sangat krusial,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kelompok masyarakat rentan, serta memperkuat peran pemerintah kecamatan dalam memimpin upaya mitigasi.
Program KENCANA (Kecamatan Tangguh Bencana) dirancang untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui empat fokus utama:
Pemerintah, masyarakat, lembaga lokal hingga dunia usaha diajak aktif membangun sistem kebencanaan berbasis partisipasi.
Camat menjadi pusat layanan informasi, koordinasi, dan evakuasi saat bencana terjadi. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui edukasi, pelatihan, simulasi dan komunikasi yang terarah. Memastikan pelayanan dasar terkait kebencanaan di tiap kecamatan terpenuhi dengan cepat dan tepat.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa letak geografis Kebumen—dengan pantai, bukit, sungai, hingga jalur sesar aktif—membuatnya rentan bencana. Oleh karena itu, peran camat sebagai garda depan pemerintahan daerah sangat penting.
“Ini adalah gerakan kolektif. Camat harus menjadi pusat layanan informasi kebencanaan, dan masyarakat harus dilibatkan secara aktif,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media agar kesiapsiagaan bisa berjalan efektif. “Kecepatan kita merespons bencana sangat menentukan keselamatan kita bersama,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, menjelaskan bahwa program KENCANA akan diterapkan di seluruh 26 kecamatan. Setiap kecamatan nantinya memiliki SK Kecamatan Tangguh Bencana dan sistem penanganan yang lebih siap.
“Dengan penguatan di level kecamatan, penanganan bencana bisa lebih cepat, tepat, dan terarah,” jelas Udy.
Deklarasi KENCANA menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kebumen untuk mewujudkan wilayah yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap risiko bencana, sekaligus menumbuhkan budaya mitigasi di tengah masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















