Ekonomi

Dari Camilan Iseng Jadi Produk Unggulan: Pemuda Kebumen Sukses Ekspor Keripik Talas ke Luar Daerah

1616
×

Dari Camilan Iseng Jadi Produk Unggulan: Pemuda Kebumen Sukses Ekspor Keripik Talas ke Luar Daerah

Sebarkan artikel ini

KUWARASAN, Kebumen24.com – Bermula dari iseng membuat camilan rumahan, Andy Sukris Hantoro (31), pemuda asal Dukuh Karangtepung, Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, kini sukses mengembangkan bisnis keripik talas hingga menembus pasar luar daerah.

Usaha yang digeluti sejak 2022 bersama sang istri, Sari Yunianti, itu kini menjelma menjadi produk bernama Keripik Talas Chunill, yang telah dipasarkan ke berbagai wilayah seperti Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, hingga Purworejo.

“Awalnya hanya coba-coba karena banyak talas di rumah. Saya dan istri buat keripik untuk konsumsi sendiri, lalu dicoba dijual, ternyata laku. Dari situ kami serius menekuni usaha ini,” ungkap Andy saat ditemui tim Kebumen24.com pada Senin (2/6/2025).

Setiap harinya, Andy memproduksi sekitar dua kuintal talas yang diolah menjadi keripik renyah. Menariknya, dalam proses produksi, ia juga melibatkan ibu-ibu di lingkungan sekitar untuk membantu pengupasan talas. Selain mempercepat proses produksi, hal ini juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi warga setempat.

“Produksi dan pemasaran kami kerjakan bersama. Untuk pengupasan, kami libatkan tetangga, khususnya para ibu-ibu agar mereka juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” tambahnya.

Keripik Talas Chunill dipasarkan dalam kemasan 200 gram dengan harga terjangkau, yakni Rp12.000 per bungkus. Saat ini tersedia dua varian rasa yang jadi favorit pelanggan: original dan balado.

Tak mudah bagi Andy di awal merintis usahanya. Ia harus bersusah payah mengenalkan produknya kepada masyarakat dan bersaing dengan berbagai camilan lain. Namun berkat keuletan dan semangat pantang menyerah, Andy terus belajar, mengikuti pelatihan, hingga akhirnya produknya mengantongi sertifikasi halal—yang makin meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Dulu saat awal-awal penjualan masih sepi. Tapi saya yakin dengan kesabaran dan ketekunan, hasilnya akan mengikuti. Sertifikasi halal juga sangat membantu kami dalam membangun kepercayaan pasar,” jelas Andy.

Kini, Andy tak hanya bermimpi soal penjualan, tetapi juga ingin menjadikan keripik talasnya sebagai produk unggulan Kebumen yang dikenal luas di berbagai daerah. Ia berharap usahanya terus berkembang dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin produk ini bisa menjadi kebanggaan Kebumen dan dikenal lebih luas lagi,” pungkasnya.(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.