KesehatanPERISTIWA

Lebih dari Sekadar Kartu Berobat: JKN Jadi Penyelamat Kesehatan Keluarga Yanti di Mirit

1774
×

Lebih dari Sekadar Kartu Berobat: JKN Jadi Penyelamat Kesehatan Keluarga Yanti di Mirit

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya sebagai jaring pengaman kesehatan masyarakat Indonesia. Tak hanya sekadar membantu saat sakit, kehadiran JKN juga membawa rasa aman dan kepastian bagi banyak keluarga, termasuk Kartika Ratnayanti (44), warga Desa Pekutan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.

Yanti, begitu ia akrab disapa, telah menjadi peserta JKN selama lebih dari satu dekade. Ia dan anaknya ditanggung oleh sang suami yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Baginya, JKN bukan hanya sekadar kartu berobat, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarganya.

“Suami saya sudah bekerja di Jakarta sekitar 26 tahun, tapi kami sekeluarga rutin pakai JKN untuk berobat di puskesmas atau rumah sakit, terutama saat anak sakit,” tutur Yanti saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Kamis (22/05).

Belum lama ini, Yanti membawa pulang anak semata wayangnya dari pondok pesantren di Jawa Timur karena sakit. Setelah beristirahat beberapa hari di rumah tanpa perubahan kondisi yang signifikan, ia membawa sang anak ke Puskesmas Mirit. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa sang anak mengalami obesitas, sehingga dokter menyarankan pengurangan konsumsi gula dan peningkatan aktivitas fisik.

“Anak saya memang badannya besar. Dokter menyarankan untuk jaga pola makan dan lebih banyak olahraga. Alhamdulillah semua pemeriksaan dijamin JKN, jadi kami tidak khawatir soal biaya,” ungkap Yanti.

Tak hanya itu, Yanti menambahkan bahwa pelayanan di Puskesmas Mirit selalu memuaskan. Menurutnya, para tenaga kesehatan melayani dengan ramah dan profesional, serta memberikan edukasi yang mudah dipahami.

“Petugasnya selalu menyapa dengan baik dan menjelaskan kondisi kesehatan kami dengan jelas. Saya merasa nyaman dan tenang setiap kali berobat,” katanya.

Sebagai pengguna JKN sejak awal program ini digulirkan, Yanti merasakan sendiri peningkatan kualitas layanan dalam beberapa tahun terakhir. Ia pun menolak tegas jika ada wacana penghapusan atau penggantian program JKN.

“Kalau ada yang bilang JKN mau diganti atau dihapus, saya orang pertama yang akan menolak. Saya yakin orang yang bilang begitu belum pernah merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Yanti juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan status kepesertaan JKN mereka aktif. Menurutnya, kesehatan adalah hal yang tidak bisa diprediksi, dan JKN bisa menjadi penyelamat di saat-saat sulit.

“Biasanya orang baru sadar pentingnya JKN ketika sudah kena musibah. Jadi, sebelum terlambat, pastikan JKN Anda aktif. Itu selalu saya sampaikan ke saudara, teman, dan tetangga,” pungkasnya.

Program JKN yang berlandaskan prinsip gotong royong ini telah menjadi tonggak penting dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang adil dan merata. Kisah Yanti hanyalah satu dari jutaan cerita tentang manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dari program yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem kesehatan nasional.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.