PERISTIWA

Tak Kunjung Pulang Sejak Pagi, Petani Asal Wonodadi Ditemukan Meninggal di Persawahan Buayan

73
×

Tak Kunjung Pulang Sejak Pagi, Petani Asal Wonodadi Ditemukan Meninggal di Persawahan Buayan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Seorang petani bernama Hadimarsono (68), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Blok Siwaru, Desa Geblug, Kecamatan Buayan, Rabu (3/6/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di lahan sawah miliknya sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh cucunya yang datang menyusul ke sawah karena korban tidak kunjung pulang ke rumah hingga sore hari.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB untuk merawat tanaman padi di sawahnya yang berada di wilayah Desa Geblug.

“Korban memiliki kebiasaan pulang ke rumah pada siang hari untuk makan dan beristirahat. Namun hingga pukul 16.00 WIB korban belum kembali, sehingga cucunya berinisiatif menyusul ke sawah,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 17.15 WIB, sang cucu mendapati kakeknya sudah tergeletak di area persawahan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga dan perangkat desa setempat sebelum diteruskan ke Polsek Buayan.

Mendapat laporan tersebut, Tim Inafis Polres Kebumen bersama personel Polsek Buayan, petugas Puskesmas Buayan, serta pemerintah desa terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi, di antaranya caping, ember, gayung, alat semprot listrik, serta karung berisi bekal makanan, minuman, sandal, dan obat tanaman. Selain itu, petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp80 ribu di saku celana korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Tidak terdapat ceceran darah ataupun jejak yang mengarah pada dugaan penganiayaan.

Sementara itu, hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kaku mayat dan lebam mayat, namun tidak ditemukan luka akibat benda tajam, benda tumpul, maupun bekas jeratan.

Menurut keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit. Namun demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi.

“Keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah segera dimakamkan,” kata Kapolres.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan peristiwa serupa, sehingga penanganan dan pemeriksaan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.