PERISTIWA

Hujan Deras Guyur Kebumen: Sejumlah Rumah Terendam, Akses Jalan Sempat Terganggu

1559
×

Hujan Deras Guyur Kebumen: Sejumlah Rumah Terendam, Akses Jalan Sempat Terganggu

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik, khususnya di Kecamatan Rowokele dan Ayah, Kamis 22 Mei 2025. Dalam waktu kurang dari dua jam, genangan air merangsek ke permukiman warga, tempat usaha, hingga melumpuhkan akses jalan nasional. Bencana ini menjadi pengingat keras akan kerentanan kawasan perbukitan dan bantaran sungai terhadap cuaca ekstrem.

Humas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwanto menjelaskan, , bencana alam ini mencakup dua kejadian sekaligus: tanah longsor dan banjir. Longsor terjadi di Desa Wonoharjo (Kecamatan Rowokele) dan Desa Banjarharjo (Kecamatan Ayah), sementara banjir merendam sejumlah desa lainnya, termasuk Jatiluhur, Bumiagung, Pringtutul, dan Rowokele di Kecamatan Rowokele, serta Desa Candirenggo dan Desa Ayah di Kecamatan Ayah.

Di Desa Jatiluhur, banjir tak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga tempat usaha. Salah satu warga terdampak, Chasmito (63), penyintas stroke dan tuna wicara, hanya bisa pasrah saat rumahnya terendam air setinggi 30 cm. Di rumah lain, tempat bimbingan belajar milik Sukamto (61) turut tergenang, mengakibatkan kerusakan pada perlengkapan belajar dan peralatan elektronik.

“Banjir datang cepat, air naik mendadak dari saluran irigasi yang meluap,” ujar seorang warga Bumiagung sambil membersihkan lumpur yang masuk ke ruang tamu. Di wilayah ini, rumah milik Akhmat (70), Lasmin (70), dan Taufik (28) turut terendam.

Sementara itu, di ruas Jalan Nasional Ijo–Bumiagung, Rowokele, air membawa material pasir dan kerikil ke badan jalan. Lalu lintas sempat tersendat karena permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua.

BPBD bergerak cepat. Tim Reaksi Cepat bersama unsur gabungan dari TNI, Polri, relawan DESTANA, Banser, RAPI, dan petugas pemadam kebakaran turun ke lokasi. Upaya asesmen, evakuasi, dan pembersihan segera dilakukan. Pembersihan material longsor dan banjir difokuskan di titik-titik vital seperti jalan nasional dan rumah warga yang dihuni kelompok rentan.

“Warga sudah mulai bersih-bersih, air sudah surut di sebagian besar wilayah Rowokele. Tapi kami masih siaga karena potensi hujan susulan tetap ada,” kata Heri.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi dinyatakan terkendali. Namun, status siaga masih diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di lereng perbukitan dan sepanjang aliran sungai, agar tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor atau luapan air.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang semakin kerap terjadi akibat perubahan iklim.

Bagi warga terdampak atau yang memerlukan bantuan darurat, dapat menghubungi BPBD Kebumen melalui call center siaga bencana 24 jam atau melapor ke perangkat desa terdekat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.