KEBUMEN, Kebumen24.com – Momen yang dinanti selama 13 tahun akhirnya tiba bagi Kompol Purn Rudjito, pensiunan Polri dari Polres Kebumen. Pada Kamis pagi, 29 Mei 2025, ia bersama sang istri melepas keberangkatan sebagai bagian dari 320 calon jamaah haji asal Kabupaten Kebumen, Kloter 92, menuju Tanah Suci.
Suasana penuh haru menyelimuti Pendopo Kabumian, lokasi pelepasan jamaah haji. Rudjito yang berasal dari Kelurahan Bumirejo mengungkapkan rasa syukur dan harapan agar ibadah yang sudah lama dinanti dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah, akhirnya saya dan istri diberi kesempatan menunaikan rukun Islam kelima ini setelah menunggu sejak 2012. Semoga diberi kemudahan sampai kembali ke tanah air,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Rudjito pun mengapresiasi pembekalan manasik yang diberikan, yang membuatnya lebih siap secara fisik dan mental. “Semua persiapan telah lengkap, semoga ibadah kami mendapat ridho dan haji yang mabrur,” katanya penuh keyakinan.
Keberangkatan ini bukan hanya momen spiritual, tetapi juga simbol keteguhan dan kesabaran yang patut dicontoh. Dari usia 18 tahun hingga 94 tahun, jamaah Kloter 92 menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menunaikan panggilan suci.
Pelepasan jamaah secara resmi dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kebumen, Dra. Sri Kuntarti, M.Si., yang mewakili Bupati Kebumen. Ia mendoakan agar seluruh jamaah diberi kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali sebagai haji mabrur.
“Kami berharap ibadah para jamaah berjalan khusyuk dan selamat pulang membawa predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutur Dra. Sri Kuntarti, M.Si.
Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kebumen, Maaruf Widodo, menambahkan bahwa jumlah jamaah haji tahun ini meningkat signifikan menjadi 1.466 orang, menjadikan Kebumen sebagai kabupaten dengan jamaah haji terbanyak ketiga di Jawa Tengah. Peningkatan jumlah ini juga diimbangi dengan kualitas layanan yang lebih baik, termasuk pengelolaan transportasi dan pendampingan selama ibadah.
Meski demikian, empat calon jamaah harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, dan mereka akan diberangkatkan pada kesempatan berikutnya.
Setibanya di Asrama Haji Donohudan, para jamaah akan mendapatkan pembekalan lanjutan dari Tim Bimbingan Ibadah Haji Daerah (TBHD) Kebumen yang siap mendampingi setiap kebutuhan teknis dan spiritual selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Maaruf Widodo menutup acara dengan pesan penting agar jamaah menjaga kesehatan dan kekompakan, serta aktif berkoordinasi dengan petugas selama perjalanan.
“Kesehatan, mental, dan kebersamaan adalah kunci sukses ibadah haji. InsyaAllah semua akan dimudahkan,” pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















