KEBUMEN, Kebumen24.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kebumen sejak 12 hingga 14 Mei 2025 menyebabkan serangkaian kejadian bencana, meliputi tanah longsor dan cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kebumen, hingga Rabu (14/5) pukul 18.00 WIB, tercatat 3 kejadian bencana di 4 kecamatan dan 5 desa dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 50 juta.
Heri Purwanto, Humas BPD Kebumen, menjelaskan bahwa tanah longsor terjadi di empat kecamatan: Karangsambung, Sempor, Ayah, dan Karanggayam. “Tanah longsor menyebabkan kerusakan di empat desa, yakni Totogan, Somagede, Kalibangkang, dan Ginandong. Tercatat 5 KK atau 17 jiwa terdampak dan 4 rumah mengalami rusak ringan,” jelas Heri.
Rincian Kerusakan dan Kerugian Akibat Tanah Longsor:
- Desa Totogan, Kec. Karangsambung: Rumah milik Sujianto (57) mengalami longsoran tebing setinggi 5 meter dan panjang 2,5 meter di belakang rumah. Kerugian ditaksir Rp150 ribu.
- Desa Ginandong, Kec. Karanggayam: Longsor menimpa rumah Poniran (45) hingga tembok dan kamar rusak berat. Total kerusakan dan kerugian mencapai Rp9 juta.
- Desa Kalibangkang, Kec. Ayah: Tebing setinggi 10 meter longsor menimpa dapur dan kamar mandi rumah Nur Ngaeni Santoso (53). Kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Sementara itu, peristiwa cuaca ekstrem berupa sambaran petir terjadi di Desa Karangsambung yang menyebabkan kebakaran rumah milik warga. “Satu rumah mengalami rusak ringan akibat tersambar petir. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai Rp9 juta,” tambah Heri.
BPBD Kabupaten Kebumen telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta menyalurkan bantuan logistik dan peralatan kerja bakti. Selain itu, koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah desa dan instansi terkait. Pihak BPBD juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat hujan lebat.
“Situasi cuaca masih menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah. Kami imbau warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah lereng dan dekat tebing,” pungkas Heri.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















