KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 50 penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen mengikuti Pembinaan dan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan yang digelar pada Rabu, 23 April 2025, di Hotel Candisari, Karanganyar. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kebumen, Dr. H. Sukarno, M.M.
Dalam sambutannya, Dr. Sukarno menekankan pentingnya komunikasi yang efektif serta koordinasi antarpihak dalam pelaksanaan tugas penyuluhan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seorang penyuluh tidak hanya bergantung pada pengetahuan agama, tetapi juga pada kemampuannya membangun kedekatan dengan masyarakat dan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
“Situasi Kebumen saat ini cukup kondusif. Tinggal bagaimana para penyuluh bisa mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam memberikan penerangan agama kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kreativitas dalam menyusun materi dakwah agar lebih relevan dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber utama:
- H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si., Kasubdit Bina Penyuluhan Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI, dan
- Akhmad Fadjeri, S.Pd., M.Kom, praktisi komunikasi sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen.
Dr. Jamaluddin dalam materinya menyoroti pentingnya pemahaman tentang komunikasi digital yang kini melintasi batas budaya, geografi, dan generasi. Ia menekankan pentingnya penerapan standar etika dalam bermedia sosial.
“Sebagai Da’i, kita harus meninggalkan jejak digital yang positif. Satu konten negatif bisa menghapus seluruh rekam jejak baik yang telah kita bangun,” tegasnya.
Sementara itu, Akhmad Fadjeri membagikan strategi praktis dalam menciptakan konten digital yang menarik dan efektif. Ia mengulas teknik memilih ide, menggali gagasan, serta cara mengolah video agar lebih komunikatif dan menyentuh emosi audiens.
“Konten menarik tidak harus rumit. Kuncinya adalah memahami audiens, memilih format yang tepat, dan konsisten dalam menyampaikan pesan secara visual dan emosional,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, Kemenag Kebumen berharap para penyuluh agama Islam dapat meningkatkan kapasitas dakwahnya melalui media digital dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan etika bermedia. Ini merupakan langkah konkret dalam menghadirkan penyuluhan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















