SOSIAL

Bripka Warokhmat Kuwat: Bhayangkara yang Menyisir Asa dengan Gunting dan Ketulusan

977
×

Bripka Warokhmat Kuwat: Bhayangkara yang Menyisir Asa dengan Gunting dan Ketulusan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik seragam cokelatnya yang tegas, Bripka Warokhmat Kuwat menyimpan hati yang lembut dan penuh kepedulian. Sebagai Bhabinkamtibmas Polres Kebumen, ia menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tak melulu soal keamanan dan ketertiban, tapi juga soal kemanusiaan.

Sejak tahun 2020, Bripka Warokhmat secara konsisten berbagi kebaikan dengan cara yang sederhana namun penuh makna: memotong rambut. Tak hanya untuk warga umum, namun juga bagi mereka yang kerap luput dari perhatian—para penyandang gangguan jiwa (ODGJ).

Dengan tangan terampilnya, ia tak sekadar merapikan rambut. Ia menyisir harapan, menata kembali rasa percaya diri, dan menanamkan benih kepedulian di tengah masyarakat.

Salah satu aksinya baru-baru ini dilakukan untuk MI (53), seorang ODGJ asal Desa Jatipurus, Kecamatan Poncowarno. Dengan sabar dan telaten, Bripka Warokhmat mencukur rambut dan merapikan kumis MI, tanpa rasa canggung apalagi jijik. Hanya senyum tulus dan ketekunan yang terpancar dari sosoknya.

“Saya hanya ingin membantu, meski lewat hal kecil seperti potong rambut gratis. Banyak warga yang senang dan merasa terbantu,” ujarnya merendah, Sabtu, 26 April 2025.

Kini, nama Bripka Warokhmat Kuwat dikenal luas hingga ke pelosok desa di Kebumen. Dalam setiap patroli, ia tak lupa membawa alat cukur dalam tas dinasnya. Jika bertemu ODGJ, ia akan menyapa, membangun komunikasi, dan menawarkan bantuan—bukan karena tugas, melainkan karena panggilan hati.

Aksinya menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Warga merasa terinspirasi oleh kepeduliannya yang tulus dan konsisten. Sosoknya menjadi simbol bahwa tugas seorang polisi tak hanya menjaga keamanan, tapi juga merawat rasa kemanusiaan.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri pun tak luput memberikan apresiasi.

“Kami ingin Polri dekat dengan masyarakat. Saya selalu menekankan kepada seluruh personel untuk menebar kebaikan, seperti yang dilakukan Bripka Warokhmat Kuwat,” ungkap Kapolres.

Bripka Warokhmat telah membuktikan bahwa ketulusan bisa menjadi jembatan antara seragam dan masyarakat. Ia tak hanya mencukur rambut—ia merapikan empati, menyisir kasih sayang, dan memperkuat makna pengabdian.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.