PemerintahanPendidikan

Kemenag Kebumen Dorong Madrasah Kembangkan Kekhasan Lokal

1015
×

Kemenag Kebumen Dorong Madrasah Kembangkan Kekhasan Lokal

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen, Dr. H. Sukarno, M.M., menekankan pentingnya setiap madrasah memiliki kekhasan tersendiri yang tercermin dalam praktik pembiasaan sehari-hari. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat muatan lokal yang sesuai dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing madrasah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Penguatan Kekhasan Madrasah, yang digelar di Aula Kemenag Kebumen pada Kamis (6/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 230 guru dari berbagai madrasah di bawah naungan Kemenag Kebumen.

Dalam sambutannya, Sukarno menjelaskan bahwa penguatan kekhasan madrasah selaras dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 450 Tahun 2024, yang mengatur pedoman implementasi kurikulum pada Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

“Kekhasan madrasah dapat diwujudkan melalui pembiasaan praktik berkarakter, seperti senyum, sapa, dan salam, serta penguatan nilai-nilai keislaman, seperti disiplin dalam melaksanakan salat berjamaah,” ujar Sukarno.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap madrasah memiliki keunikan tersendiri yang perlu dikembangkan agar memiliki identitas kuat di tengah masyarakat.

Penerapan E-Ijazah untuk Madrasah

Selain membahas penguatan kekhasan madrasah, Sukarno juga menyinggung kebijakan E-Ijazah, yang akan mulai diterapkan pada tahun 2025. Kebijakan ini diberlakukan untuk jenjang MI, MTs, dan MA, sementara RA masih dikecualikan dari penerapan E-Ijazah.

Menurutnya, sistem E-Ijazah dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama guna meningkatkan efisiensi pengelolaan data siswa secara digital.

“Saya mengimbau seluruh operator madrasah untuk segera memperbarui dan mengelola data siswa di SIMPATIKA agar tidak ada yang tertinggal. Jika ada satu siswa yang terlewat, maka proses administrasi ijazah bisa terkendala,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan tenaga pendidik untuk tetap fokus pada tugasnya dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar terkait kebijakan pendidikan.

“Jangan mudah percaya berita hoaks. Tugas kita sebagai pendidik adalah memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan benar,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Khamid, M.Pd.I., berharap kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman para guru dan tenaga kependidikan mengenai penguatan kekhasan madrasah serta implementasi kebijakan baru dalam sistem pendidikan madrasah di Kebumen.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.