KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani tampak penuh semangat mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Dalam video yang diunggah dari tenda tempatnya menginap, wajah segar Lilis Nuryani—yang akan genap berusia 60 tahun pada 16 April mendatang—memancarkan antusiasme atas pengalaman berharga ini.
Retret ini bukan sekadar kegiatan biasa. Sejak pukul 04.00 WIB, para peserta sudah harus bersiap menjalani serangkaian agenda ketat ala militer, termasuk olahraga pagi, apel, dan sesi materi dari para menteri serta narasumber nasional. Di Lembah Tidar, Lilis mengakui pengalaman ini membuka wawasan baru, terutama dalam membangun pemerintahan yang bersih, sinergis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Saya senang bisa mengenal lebih dekat para kepala daerah, baik dari Jawa Tengah maupun seluruh Indonesia. Kegiatan ini menguatkan kebersamaan dalam mendukung visi pembangunan nasional,” ungkapnya.
Zaeni Miftah Menyusul: Kompak Jaga Kebumen di Arus Pembangunan Nasional
Menariknya, Wakil Bupati Kebumen H Zaeni Miftah juga turut serta dalam retret ini, menyusul pada Kamis (27/2/2025). Ia tampil gagah mengenakan seragam Komcad TNI, lengkap dengan sepatu PDL hitam dan topi loreng.
Zaeni menegaskan bahwa retret ini bukan sekadar pembekalan teknis kepemimpinan, tetapi juga upaya membangun karakter kebangsaan yang kuat. “Semangat cinta tanah air adalah bagian dari iman. Retret ini mengajarkan nilai kebersamaan dan pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Di tengah dinamika politik dan tantangan pembangunan daerah, Bupati dan Wabup Kebumen menunjukkan sikap kompak. Keduanya menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan bagian dari pengabdian untuk masyarakat Kebumen.
“Kami bukan pemimpin yang berjarak. Kami adalah bagian dari keluarga besar masyarakat Kebumen, yang siap mendengar, mengayomi, dan berbuat yang terbaik untuk Kebumen Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya,” tegas Lilis dan Zaeni.
Dengan komitmen tersebut, apakah retret ini akan menjadi titik awal transformasi kepemimpinan Kebumen ke arah yang lebih progresif? Menarik untuk dinantikan.
Ditegaskan pula, kepemimpinannya tidak antikritik. Apalagi kritik dengan sikap kritis, diperlukan sebagai penyeimbang keberlangsungan pemerintahan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















