JAKARTA, Kebumen24.com – WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan yang digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia. Meskipun telah dilengkapi dengan enkripsi end-to-end untuk menjaga keamanan pesan, akun WhatsApp tetap rentan terhadap peretasan atau pembajakan.
Pembajakan WhatsApp dapat menyebabkan kebocoran data pribadi yang berisiko disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Lantas, apa penyebab utama akun WhatsApp dibajak, dan bagaimana cara mencegahnya?
Penyebab Akun WhatsApp Dibajak
Menurut Juru Bicara Facebook Indonesia, salah satu penyebab utama pembajakan akun WhatsApp adalah fitur keamanan yang belum diaktifkan oleh pengguna.
“Kemungkinan terbesar adalah peretas menggunakan nomor pengguna untuk mengakses WhatsApp. Karena fitur autentikasi dua langkah tidak diaktifkan, maka tidak ada proses verifikasi tambahan yang dapat mencegah akses tidak sah,” ujar Juru Bicara Facebook Indonesia pada Senin malam, 1 Juli 2019, demikian dikutip dari Tempo.Co, Minggu 9 Februari 2025.
Autentikasi dua faktor, atau verifikasi dua langkah, adalah fitur opsional yang dirancang untuk meningkatkan keamanan akun secara signifikan. Dengan mengaktifkan fitur ini, pengguna menambahkan lapisan perlindungan tambahan terhadap potensi pembajakan. Saat fitur ini diaktifkan, setiap kali ada upaya untuk memverifikasi nomor telepon di WhatsApp, pengguna harus memasukkan PIN enam digit yang telah dibuat sebelumnya.
PIN ini berfungsi sebagai kode keamanan pribadi yang hanya diketahui oleh pemilik akun, sehingga memperkecil kemungkinan akun dibajak meskipun peretas memiliki akses ke kode OTP standar.
Cara Mencegah Akun WhatsApp Dibajak
Untuk menghindari pembajakan akun WhatsApp, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Mengaktifkan Kunci Sidik Jari atau Kata Sandi
- WhatsApp menyediakan fitur keamanan tambahan yang memungkinkan pengguna mengunci aplikasi dengan sidik jari atau kata sandi. Fitur ini dapat diaktifkan melalui Pengaturan > Privasi > Kunci Sidik Jari.
- Dengan fitur ini, hanya pengguna yang dapat membuka aplikasi WhatsApp dengan metode keamanan yang dipilih.
- Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah
- Fitur ini memberikan perlindungan tambahan dengan meminta kode PIN khusus setiap kali ada upaya masuk ke akun WhatsApp dari perangkat baru.
- Untuk mengaktifkan fitur ini, buka Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah, lalu ikuti petunjuk yang tersedia.
- Berhati-hati terhadap Phishing dan Social Engineering
- Jangan pernah membagikan kode OTP atau PIN verifikasi WhatsApp kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai layanan pelanggan WhatsApp.
- Waspada terhadap pesan mencurigakan atau tautan yang meminta informasi pribadi.
- Hindari Menggunakan WhatsApp di Perangkat Tidak Dikenal
- Jangan pernah masuk ke akun WhatsApp Anda melalui perangkat yang tidak dikenal atau tidak terpercaya.
- Pastikan untuk selalu keluar dari sesi WhatsApp Web setelah selesai menggunakannya.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Akun Dibajak
Jika akun WhatsApp Anda sudah menjadi korban pembajakan, segera lakukan langkah berikut untuk meminimalkan risiko lebih lanjut:
- Segera Lapor ke WhatsApp
Kirimkan permohonan penghapusan akun melalui email ke support@whatsapp.com dengan format:- Subjek: Hapus Akun Saya
- Isi: Sertakan nomor telepon yang terdaftar pada akun WhatsApp (dengan kode negara).
- Pulihkan Akun dalam Masa Tenggang
WhatsApp akan memberikan masa tenggang 30 hari sebelum akun dihapus secara permanen. Jika dalam periode ini akun belum dipulihkan oleh pemilik sah, maka akun akan dihapus bersama dengan seluruh data dan riwayat percakapan yang tersimpan.
Dengan menerapkan langkah-langkah keamanan di atas, pengguna dapat melindungi akun WhatsApp dari ancaman pembajakan dan menjaga data pribadi tetap aman.(K24/*).
Sumber : Tempo.Co.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















