PemerintahanPERISTIWAReligi

Rukyatul Hilal di POB Pedalen: Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadhan 1446 H Tunggu Keputusan Sidang Isbat

1392
×

Rukyatul Hilal di POB Pedalen: Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadhan 1446 H Tunggu Keputusan Sidang Isbat

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Kebumen menggelar rukyatul hilal pada Jumat, 28 Februari 2025, di Pos Observasi Bulan (POB) Pedalen, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini bertujuan menentukan awal bulan Ramadhan 1446 Hijriah dan dilakukan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen serta Pemerintah Kabupaten Kebumen. Pengamatan serupa juga berlangsung serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kebumen, Dr. H. Sukarno, M.M., serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, Dr. Imam Satibi, M.Pd.I. Pengamatan dilakukan bersama BMKG Banjarnegara serta sejumlah organisasi masyarakat Islam lainnya.

Berdasarkan perhitungan hisab, konjungsi geosentris antara Bulan dan Matahari (ijtima’) terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 07.45 WIB. Di lokasi POB Pedalen, Matahari diperkirakan terbenam pada pukul 18.03 WIB dengan umur Bulan mencapai 10,3 jam. Tinggi nampak (mar’i) Bulan diperkirakan berada di 4° 13’ dengan elongasi sejati 5° 56’. Secara nasional, tinggi hilal di Indonesia berkisar antara +3° 06’ (Merauke) hingga +4° 26’ (Aceh), dengan elongasi antara 4º 46’ (Jayapura) hingga +6º 24’ (Lhoknga).

Namun, dari hasil pengamatan yang dilakukan di POB Pedalen, tidak satu pun petugas yang berhasil melihat hilal. Hal ini sejalan dengan laporan dari berbagai daerah lainnya yang juga mengalami kendala dalam melihat hilal akibat faktor cuaca dan kondisi langit.

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen sekaligus Ketua BHRD Kabupaten Kebumen, Dr. H. Salim Wazdy, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa rukyatul hilal tetap dilakukan menggunakan teleskop refraktor semi-otomatis serta pengamatan mata telanjang guna memperoleh data akurat terkait kemungkinan terlihatnya hilal.

“Hasil pengamatan, baik hilal terlihat maupun tidak, akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang berlangsung pada hari yang sama,” ujarnya.

Berdasarkan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal harus memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat dinyatakan terlihat. Dari data yang tersedia, hanya sebagian wilayah barat Indonesia, khususnya Aceh, yang memenuhi kriteria tersebut. Namun, dengan prinsip wilayatul hukmi, pemenuhan kriteria MABIMS di Aceh dapat diberlakukan secara hukum untuk seluruh Indonesia. Oleh karena itu, secara hisab, awal Ramadhan 1446 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI akan menjadi dasar penetapan awal Ramadhan 1446 H. Dengan adanya rukyatul hilal yang dilakukan secara nasional, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat memperoleh kepastian mengenai awal bulan suci Ramadhan dengan dasar yang jelas dan akurat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.