PemerintahanPendidikan

Pers di Era AI Punya Tanggung Jawab  ‘Memayu Hayuning Bawana’, Menjaga Integritas

743
×

Pers di Era AI Punya Tanggung Jawab  ‘Memayu Hayuning Bawana’, Menjaga Integritas

Sebarkan artikel ini
Puncak resepsi HPN 2025 tingkat Jawa Tengah pada Sabtu (15/2/2025), di Kabupaten Blora. (Foto: jatengprov.go.id)

SEMARANG, Kebumen24.com – Di tengah era digital yang semakin canggih dan dominasi Artificial Intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari, wartawan dituntut untuk tetap menjaga integritas. Pers tidak hanya bertugas menyampaikan berita, tetapi juga menjadi pilar utama dalam memberikan edukasi dan pencerahan bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jateng, Ema Rachmawati, yang mewakili Pj Gubernur Jawa Tengah dalam Puncak Resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2025 sekaligus peringatan HUT ke-70 PWI Jateng di Pendapa Bupati Blora, Sabtu malam 15 Februari 2025.

“Pers memiliki peran besar dalam membentuk perilaku masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan usaha yang kuat untuk terus menjaga integritas,” ujar Ema dalam sambutannya.

Momentum Bersejarah bagi Pers Jawa Tengah

Acara puncak ini dihadiri oleh Bupati Blora Arief Rohman, jajaran Forkopimda, Komisioner Bawaslu Jateng Sosiawan, Rektor Universitas Semarang Dr. Supari ST MT, serta para tokoh pers seperti Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud. Turut hadir pula perwakilan PWI kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan organisasi Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud, menegaskan bahwa penyelenggaraan HPN 2025 di Blora menjadi peristiwa bersejarah. “Destinasi yang kami kunjungi menunjukkan perpaduan intelektualitas, keindahan alam, budaya lokal, dan potensi kuliner yang luar biasa,” ungkapnya.

Sehari sebelum acara puncak, peserta diajak menikmati eksotika Goa Terawang dengan kafe uniknya, pesona Noyo Gimbal View di Desa Wisata Bangsri, serta budaya khas Kampung Samin di Desa Klopoduwur. Tidak ketinggalan, mereka juga mencicipi Kopi Santen di Desa Jepangrejo.

Pers di Era AI: Adaptasi atau Tenggelam?

Orasi jurnalistik yang disampaikan oleh Rektor Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono ST MKom, menjadi salah satu sorotan utama. Dengan gaya yang memikat, ia mengupas bagaimana pers harus menyikapi perkembangan AI.

Ia mengutip pepatah Jawa “Suradira jayaningrat lebur dening pangestuti,” yang berarti keangkuhan teknologi akan luluh dengan kebijaksanaan dan kasih sayang. “AI bukan musuh, melainkan alat yang harus dirangkul,” tegasnya.

Prof. Pulung menyoroti maraknya jurnalisme warga (citizen journalism) yang memungkinkan siapa saja untuk menyebarkan informasi dalam hitungan detik. “Di sinilah peran wartawan menjadi krusial, bukan sekadar menyajikan berita cepat, tetapi juga memastikan kebenarannya,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahaya AI dalam penyebaran hoaks. Teknologi deepfake, misalnya, dapat menciptakan video dan suara palsu yang sulit dibedakan dari kenyataan. “Hoaks menyebar seperti nyamuk di musim hujan—mengganggu dan membuat emosi. Pers harus menjadi penyemprot nyamuk yang mengeliminasi ketidakbenaran sebelum menimbulkan dampak lebih luas,” tandasnya.

Membangun Fondasi Jurnalisme Berintegritas

Mengusung tema “Membangun Wartawan Berakhlak dan Fondasi Membangun Negeri,” HPN 2025 di Blora menjadi pengingat bahwa pers tidak boleh hanya mengejar sensasi demi klik dan viralitas. “Pers harus melahirkan berita berkualitas untuk kepentingan bersama,” kata Prof. Pulung.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Sasongko Tedjo, menambahkan bahwa tantangan terbesar industri media saat ini adalah keberlanjutan. Berdasarkan riset Serikat Media Siber Indonesia, hanya 2 persen dari ribuan media online yang mampu bertahan secara sehat dan berkelanjutan.

“Meski AI mempermudah investigasi, tetap ada aspek jurnalisme yang tidak bisa tergantikan. Wartawan harus berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Penghargaan dan Apresiasi

Dalam acara ini, berbagai penghargaan diberikan kepada insan pers dan pemenang lomba jurnalistik. Juara I, II, dan III masing-masing diraih oleh Puput Puspitasari (PWI Kota Magelang), Marni Utamining (PWI Purworejo), dan Alkomari (PWI Semarang).

Untuk lomba video City Tour, penghargaan diberikan kepada Instagram @chalies_anwar, @ondosupriyanto, dan @ekosans. Sementara dalam kategori Lomba Guru Menulis, juara I hingga III diraih oleh Triyuli Setyoningrum (SMAN 1 Blora), Fitri Andriani (SMPN 1 Blora), dan Andrian Taufiqurohman (MI Miftahul Jannah).

Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada Bupati Blora Arief Rohman, Prof. Pulung, serta beberapa PWI daerah yang dinilai paling aktif, termasuk PWI Kabupaten Pekalongan, PWI Kabupaten Kudus, PWI Kabupaten Rembang, dan PWI Kabupaten Blora.

Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Masa Depan

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan harapannya agar hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers semakin erat. “Kami ingin membangun Blora bersama. Sinergi dengan pers sangat penting untuk memajukan daerah ini,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan, HPN 2025 Jateng di Blora menjadi simbol bahwa pers tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas dan menghadapi tantangan zaman. AI mungkin canggih, tetapi nilai-nilai jurnalistik yang berlandaskan kebenaran dan etika tetap tak tergantikan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com