EkonomiPERISTIWA

Musim Penghujan, Harga Tomat di Pasar Tumenggungan Naik Dua Kali Lipat

1565
×

Musim Penghujan, Harga Tomat di Pasar Tumenggungan Naik Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Musim penghujan yang melanda sejumlah wilayah membawa dampak terhadap harga komoditas sayuran di Pasar Tumenggungan, Kebumen. Sejak awal bulan November ini, beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, terutama tomat yang kini mencapai dua kali lipat harga normal.

Seperti yang disampaikan Arinal Khusna salah satu pedagang sayur pasar setempat pada Jumat, 8 November 2024. Menurutnya, perubahan cuaca ini berdampak pada stabilitas harga sejumlah sayuran.

Arinal menjelaskan, harga tomat yang sebelumnya berkisar antara Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp15.000 per kilogram. Menurutnya kenaikan terjadi disebabkan kerusakan tanaman dan buah yang membusuk akibat curah hujan tinggi.

“Untuk yang kenaikan drastis harganya yaitu tomat, menurut saya itu dikarenakan tanaman nya rusak dan buahnya banyak yang busuk disebabkan musim penghujan ini. Jadi mungkin panen kurang maksimal dan tidak banyak. Biasanya sampai tahun baru harga tomat mencapai Rp20.000.” jelas nya.

Tidak hanya tomat, harga cabai dan bawang merah juga mengalami peningkatan. Cabai rawit yang tadinya dijual Rp28.000 kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram, sementara cabai hijau dan cabai keriting masih stabil di harga masing-masing Rp13.000 dan Rp20.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Bawang merah yang sebelumnya berada di harga Rp30.000 kini naik menjadi Rp40.000, bawang putih sebelumnya Rp25.000 saat ini naik menjadi  Rp40.000 per kilogram.

Arinal memperkirakan kenaikan harga sayur akan terus terjadi jika intensitas hujan deras sering terjadi. Ia mengungkapkan biasanya puncaknya terjadi saat pergantian tahun.

“Kalau cabai dan bawang juga diperkirakan akan mengalami kenaikan, karena banyak permintaan komoditas ini. Namun disidi lain hasil panen kurang maksimal akibat hujan lebat yang menyebabkan tanaman rusak.” ujarnya. (K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.