PendidikanPERISTIWA

Musim Kemarau, Mahasiswa PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen Perkenalkan Irigasi Tetes

1765
×

Musim Kemarau, Mahasiswa PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen Perkenalkan Irigasi Tetes

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Ormawa Lingkar Studi Pendidikan (LSP) PGSD Kebumen telah melaksanakan sosialisasi pembuatan irigasi tetes di Desa Kalirancang Kecamatan Alian Kebumen.

Pengenalan sistem irigasi tetes ini merupakan salah satu upaya mahasiswa PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen untuk membantu para petani menghadapi tantangan di musim kemarau. Irigasi tetes adalah metode irigasi yang dapat menghemat air dengan membiarkan air menetes secara perlahan langsung ke akar tanaman.

Perlu diketahui, setiap tahun, Desa Kalirancang selalu menghadapi masalah yang sama saat musim kemarau, yaitu kekeringan. Sebagian besar lahan pertanian dan persawahan di desa ini merupakan sawah tadah hujan, sehingga sangat sulit mendapatkan air untuk mengairi tanaman di musim kemarau. Akibatnya, banyak lahan yang menganggur dan tidak diolah karena kekurangan air.

Diharapkan dengan pengenalan sistem irigasi tetes ini, para petani Desa Kalirancang dapat menerapkannya di lahan mereka sehingga kegiatan pertanian tetap bisa berjalan meskipun di musim kemarau. Sistem irigasi tetes ini mampu menghemat hingga 70% penggunaan air untuk penyiraman tanaman, menjadikannya solusi ideal untuk memberdayakan lahan yang terdampak kekeringan.

Sistem irigasi tetes dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, baik buah maupun sayur. Dalam sosialisasi dan praktik pembuatan irigasi tetes yang dilakukan oleh tim PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen, sistem ini diaplikasikan pada tanaman sayur seperti tomat, terong, dan cabai yang ditanam dalam polybag.

Sebelum pelaksanaan sosialisasi, tim PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen bersama Wahyu Karyono selaku pembicara, mengadakan diskusi untuk merancang sistem irigasi tetes yang sesuai dengan kondisi lahan. Setelah itu, dilakukan pengukuran dan penyesuaian pada lahan, kemudian bahan dan alat yang diperlukan dibeli. Tahap akhir adalah merangkai sistem irigasi tetes pada lahan tersebut.

Pada lahan yang digunakan, sumber air diperoleh dari sumur, sehingga diperlukan pompa air untuk menaikkan air dari sumur. Pipa PVC digunakan untuk menyalurkan air ke selang irigasi tetes, yang kemudian mengalirkan air langsung ke polybag tanaman melalui selang piping.

Mahasiswa PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen berharap dengan mengenalkan sistem irigasi tetes ini, para petani Desa Kalirancang dapat menerapkannya di lahan yang mengalami kekeringan, sehingga kegiatan pertanian tidak terhenti meskipun di saat musim kemarau.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.