KEBUMEN, Kebumen24.com – Komplek pemakaman Sokarini, yang berada di Area wilayah Kecamatan Pejagoan Kebumen Jawa Tengah, dulu terkenal dengan nama daerah Sodagaran. Dinamakan Sodagaran karena dulunya merupakan komplek para Saudagar Pribumi Bermukim.
Komplek Makam Sokarini berada di perbukitan tidak jauh dari komplek kampus Universitas Putra Bangsa. Sebelum memasuki gerbang komplek pemakaman, kita akan melihat beberapa makam chines di sisi kanan jalan.
Disinilah kami kembali mendapatkan jejak R. Ayu Tan Peng Nio. Padahal makamnya juga ada di wilayah Desa Jatimulyo Alian Kabupaten Kebumen.
Memang cukup menarik membahas jejak “Mulan van java” yang ada di Kebumen, sampai pernah muncul photo yang di tulis bahwa itu gambar beliau.
Padahal jika di dalami lagi tentang data masuknya photografi ke Nusantara adalah sekitar tahun 1841 di bawa oleh seorang petugas kesehatan Belanda yang bernama Jurrian Munnich. Sedangkan Tan peng Nio masuk Nusantara sekitar tahun 1740 setelah geger pecinan di Kartosuro.
- Ayu Tan Peeng Nio putri campa, adalah putri dari jendral Tan Wan Swee. Karena berselisih faham dengan Kaisar Kien Long, dan kemudian kudeta lagi tetapi gagal.
Jendral Tan Wan Swee di giring dan di intrograsi di kota praja. Akan tetapi, beberapa hari sebelum mengadakan kudeta, ia sudah menitipkan anak dan istrinya kepada sahabatnya yaitu keluaga Lie Beeng Goe.
Keluarga Lie Beeng Goe inilah yang nantinya menjadi pengganti orang tua Tan Peng Nio. Lie Beeng Goe mempunyai keahlian Membuat peti mati,dan senjata tajam. Termasuk pernah membuka perguruan silat Naga Hitam.
Kyai Honggoyudo bersama kyai Singoyudo pernah menguji kepandaian Lie Beeng Goe ini, yaitu dengan cara meminta membuatkan sebilah pedang. Maka beliau juga di sebut empu Lie.
Empu Lie setiap hari membuat bermacam macam senjata tajam di bantu Tan Peng Nio. Menurut cerita kuncen, Masiman, makam Empu Lie awalnya berada di daerah Kutowinangun. Kemudian di pindahkan ke komplek pemakaman Sokarini oleh salah satu keturunan beliau.
Silsilah R. Ayu Mulat Ningrum
R.Ayu Tan Peng Nio menikah dan menjadi istri ke 2 KRAT Kolopaking III dan memiliki 2 Putra yaitu :
1 Kyai Raden Endang Kertowongso
2 R. Ayu Mulat ningrum.
Jadi berdasarkan data tersebut jelaslah sudah bahwa R.Ayu Mulat Ningrum adalah putri dari R. Ayu Tan Peng Nio.
Masih banyak situs sejarah yang belum terdata dan terawat dengan baik di kota tercinta ini. Semoga semakin banyak yang peduli menjaga serta melestarikan. Agar kelak generasi penerus kita tidak kehilangan jejak sejarah leluhurnya.
Sumber: buku sejarah silsilah wiraseba banyumas.Ki ageng mangir,Kolopaking Penulis R.tirto wenang kolopaking dan tokoh masyarakat sekitar.
Penulis : KRAP, Arif Priyantoro Reksoningrat S.Sos.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















