SEJARAH

Desa Sumberadi Kebumen, Dulu Dikenal dengan Nama “Alang Alang Wangi”

10671
×

Desa Sumberadi Kebumen, Dulu Dikenal dengan Nama “Alang Alang Wangi”

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi Batu Peninggalan Bukti Sejarah Desa, (Sumber Gogle)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Sumberadi tergolong sebuah desa yang cukup tua. Dahulu desa ini bernama “Alang Alang Wangi” (pra Islam), yang sekarang disebut Somalangu. Akan tetapi desa ini berganti nama menjadi Sumberadi pada tahun 1950-an.

Sumberadi adalah sebuah desa di Kecamatan Kebumen, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Sumberadi berjarak sekira 7 Km berkendara dari pusat Kebumen mapun dari pusat pemerintahan Kecamatan Kebumen melalui Kedungbener-Selang atau 5 Km melalui Kembaran.

Desa Sumberadi berbatasan dengan desa desa lainya. Di sebelah Utara Desa Candiwulan, Desa Candimulyo dan Desa Tanahsari. Sebelah Barat Desa Kembaran dan sebelah Selatan Desa Selang, Desa Kalirejo dan DesaWonosari. Kemudian sebelah Timur Desa Roworejo.

Desa Sumberadi terkenal dengan Pondok Pesantren Alkahfi Somalangu yang merupakan Pondok Pesantren tertua di Asia Tenggara.

Di Desa Sumberadi terdapat sebuah Lembaga Pondok Pesantren yang berdiri semenjak tahun 879 H (1475 M). Pondok Pesantren ini bernama Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu.

Pendirinya adalah Syaikh As_Sayid Muhammad ‘Ishom Al-Jilani Al-Hasani atau yang lebih dikenal didaerah itu dengan sebutan Syaikh Abdul Kahfi Al-Awwal. Ia adalah seorang muballigh yang berasal dari Syihr, Hadharamaut, Yaman.

Tahun berdirinya ditengarai oleh adanya sebuah Prasasti Batu Zamrud Siberia atau Emerald Fuchsite yang semula terletak di dalam Masjid Pondok Pesantren tersebut. Batu Prasasti yang mempunyai kandungan elemen kimia Al, Cr, H, K, O, dan Si itu bertanggal 25 Sya’ban 879 H (4 Januari 1475 M).

Masyarakat di Kabupaten Kebumen lebih mengenal nama Somalangu yang merupakan nama dusun untuk daerah tersebut daripada nama Sumberadi.

Ini dikarnakan, nama Sumberadi sendiri baru muncul sekitar tahun 1950. Sedangkan sebelumnya daerah itu merupakan daerah perdikan semenjak Kerajaan Islam Demak yang diberikan kepada pendiri Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu.

Menurut beberapa versi Sejarah, berdirinya Somalangu adalah wilayah yang telah dikenal sejak masa pra Islam, dimana Nyai Bagelen diketahui sebagai putri dari tetua Somalangu. Di Somalangu terdapat pula candi kuno yang kini tersisa tinggal dua buah yoni dan 8 lingga.

Namun jika ditilik dari segi History yang ada ditempat ini, jauh sebelum Islam masuk tempat ini sudah dihuni penganut Hindu. Dengan bukti sejarah dan arkeolog Situs Yoni yang berada di Desa Sumberadi. Di Situs ini terdapat dua Yoni dan empat buah batu Lingga yang masih utuh walaupun dimakan zaman selama 14 Abad lamanya.

Di Desa Sumberadi terdapat makam-makam kuno para leluhur, seperti Makam Syaikh Abdul Kahfi Al-Awwal, Syaikh Ibrahim Sitontong, Ki Among Raga, Ki Ketayasa, Syaikh Abdul Kahfi Ats-Tsani, Syaikh Muhammad Syafi’i, Syaikh Muhammad Mut’hi Abdul Hayyi bin Syaikh Abdul Kahfi Ats-Tsani, Syaikh Thoifur bin Syaikh Abdurrahman dan lainnya.

Sebab merekalah para Ulama Besar dan tokoh pendahulu Somalangu yang namanya senantiasa harum dan masih dikenal oleh masyarakat Desa Sumberadi secara turun temurun. Makam mereka selalu ramai diziarahi, terkhusus bulan Maulud dan Rewah akan lebih ramai sebab acara Maulid Nabi SAW dan Haul Akbar Masyayikh Somalangu.

Desa Sumberadi berada dibagian tengah dari wilayah kecamatan Kebumen. Wilayah Desa Sumberadi seluruhnya merupakan dataran rendah yang lebih dari setengah wilayahnya digunakan untuk persawahan produktif berjaraingan irigasi dari Waduk Wadaslintang terutama dibagian barat. Sisanya untuk permukiman penduduk yang lebih terkumpul sebagai pemukiman padat diwilayah bagian timur.

Desa Sumberadi dilintasi dan menjadi titik pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Kedungbener di sebelah timur, Sungai Kalijaya atau Sungai Kawarasan di tengah dan Sungai Kalijaya atau Bakung di sebelah barat. Kondisi tersebut membuat Desa Sumberadi menjadi desa yang rawan banjir.

Desa Sumberadi beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 26 – 34 derajat Celcius.

Keberadaan Pondok Pesantren dan Perguruan Islam Al Kahfi sangat mempengaruhi penduduk Desa Sumberadi. Mayoritas penduduknya beragama Islam dan kegiatan penduduk Desa Sumberadi banyak dipengarui unsur Islam dan sangat religius.

Penduduk Desa Sumberadi umumnya berbicara dalam bahasa jawa baik jawa halus mapun bahasa jawa Dialek Banyumasan. Penduduk Desa Sumberadi umumnya berprofesi sebagai petani, buruh, pengusaha, pedagang, PNS dan lainnya.(k24/*).

Sumber : https://p2k.stekom.ac.id/


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.