PemerintahanPendidikanReligi

Hadiri Wisata Dakwah Aisyiyah Muhammadiyah, Bupati Kebumen Bakal Beri Hibah Dana, Rp1,8 Miliar.

17657
×

Hadiri Wisata Dakwah Aisyiyah Muhammadiyah, Bupati Kebumen Bakal Beri Hibah Dana, Rp1,8 Miliar.

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebagai bentuk apresiasi atas jalan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bakal memberikan hibah dana sebesar Rp,1,8 Miliar. InI Terbagi menjadi Rp800 juta untuk Aisyiyah, dan Rp 1 Miliar untuk Muhammadiyah Kebumen.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Wisata Dakwah Aisyiyah di Alun-alun Pancasila Kebumen. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-eks Karesidenan Kedu, berlangsung Minggu 19 Mei 2024.

Turut hadir Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, Ketua TP PKK Kebumen Iin Windarti, Forkompimda, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, Ketua Pimpinan Aisyiyah Jawa Tengah Eny Winaryati, dan para Ketua/Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kedu.

Bupati menilai kegiatan ini menjadi bukti kiprah Muhammadiyah dan Aisyiyah merupakan organisasi Islam yang memiliki kontribusi besar terhadap umat dan bangsa negara.

‘’ Saya kira kiprah Muhammadiyah di Kebumen untuk tidak perlu diragukan lagi melalui amal sosial dan amal usahanya. Sebagai bentuk apresiasi kami atas dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah, insya Alloh kami Pemkab Kebumen bakal bakal memberikan hibah sebanyak Rp800 juta untuk Aisyiyah, dan Rp 1 Miliar untuk Muhammadiyah Kebumen. “ucap Bupati.

Bupati menyebut apresiasi ini diberikan kepada ‘Aisyiyah atas segala daya dan upayanya. Ia berharap kiprah ‘Aisyiyah dapat menjadi inspirasi dan memacu semangat organisasi wanita pada umumnya untuk turut andil berkiprah di jalan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di segala lini kehidupan.

“Dan hari ini kita melihat Aisyiyah telah menjalankan dakwah Islamiah di tengah-tengah masyarakat selama 107 tahun. Usia yang tidak lagi muda, dan spirit dakwah Islam, sosial dan ekonomi yang dimotori Aisyiyah akan terus berjalan abadi,” ucapnya.

Tak lupa Bupati berpesan kepada peserta yang hadir, agar tidak lupa berwisata ke Kebumen. Kegiatan ini dipandang positif karena turut serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih pihak panitia juga menyediakan puluhan stand untuk expo UMKM.

“Saya ucapakan terima kasih dengan kegiatan ini kunjungan wisata di Kebumen semakin meningkat. Perekonomian di Kebumen meningkat. Saudara-saudara kita dari Magelang, Temanggung, Purworejo, silakan menikmati indahnya Kebumen, di sini ada goa, waduk, pantai, river tubing, semua ada di sini, jangan lupa mampir dan beli oleh-oleh khas Kebumen,” ucapnya.

Sementara itu, Eny dalam sambutannya menyampaikan acara ini digelar rutin setahun sekali sempat terhenti akibat pandemi covid 19. Kegiatan digelar secara bergilir di antara PDA se-eks Karesidenan Kedu.

‘’Setelah sempat dihentikan sementara karena Pandemi Corona, Wisata Dakwah Aisyiyah bisa kembali digelar, dimana tahun ini Kebumen menjadi tuan rumah,’’jelas Ketua Pimpinan Aisyiyah Jawa Tengah.

Dijelaskan, Aisyiyah tahun ini usianya sudah melampaui 107 tahun dan telah berkontribusi nyata di Jawa Tengah dengan mempunyai kurang lebih 3000 TK ABA, 48 Panti asuhan, 7 RS Aisyiyah yang besar, 11 Sekolah Dasar, 7 Rumah Sakit yang besar dan 50 Klinik. Sedangkan tujuan Aisyiyah adalah mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya. Ini tentu harus dimulai dari keluarga.

“Keluarga sakinah adalah dambaan semua orang, maka di era informasi, globalisasi ini kita harus memperkuat ketahanan keluarga kita. Caranya dengan berjihad mewujudkan keluarga sakinah. Dalam keluarga sakinah akan terwujud anak-anak sholih dan sholihah yang akan meneruskan tongkat estafet dakwah dan mengisi Indonesia menjadi negeri baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,”imbuhnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir menuturkan prinsip dakwah di Muhammadiyah adalah mudah dan menggembirakan. Wisata dakwah ini sekaligus untuk membangun tali silaturahmi diantara warga Muhammadiyah dan wujud dakwah dalam rangka membangun prinsip dakwah Muhammadiyah.

“Agama Islam dalam pandangan Muhammadiyah tidak harus dipahami dengan cara yang sulit, cara yang mudah bahkan lebih dari sekedar mudah agama harus ditampilkan dalam cara yang menggembirakan,” katanya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com