KEBUMEN, Kebumen24.com –Program Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMK N 1 Ambal Kabupaten Kebumen secara resmi dibuka. Acara dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan, salah satunya Jobfair dan Edufair dengan menghadirkan 24 perusahan industri sekaligus.
Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita oleh Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan SMK Wilayah IX Jawa Tengah, Suci Priyono, didampingi Kepala SMK Negeri 1 Ambal, Arif Sugianto, S.Pd., M.Pd. dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Drs Budhi Suwanto, M.Si, Selasa 7 Mei 2024.
Kepala SMK Negeri 1 Ambal, Arif Sugianto, S.Pd., M.Pd. acara ini digelar selama dua hari, Selasa hingga Rabu 7- 8 Mei 2024. Kegiatan dengan mengangkat tema “Membumi dengan Budaya, Melangit dengan Karya”, di maksud untuk membangun kreatifitas kerjasama peserta didik, serta menumbuh kembangkan bakat dan minat mereka dalam bidang kesenian dan kewirausahaan, agar bisa menjadi pribadi yang mandiri dan mapan.
‘’ Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk membekali lulusan dengan persiapan diri memasuki dunia kerja dan dunia pendidikan tinggi. Membangun hubungan saling menguntungkan antara SMK Negeri 1 Ambal dengan Iduka dan Perguruan Tinggi dalam penyediaan SDM lulusan,’’jelasnya.
Adapun Jobfair dan Edufair memiliki konsep seperti pameran lowongan pekerjaan dan perguruan tinggi. Bagi para pencari kerja dapat mengunjungi booth dan mendapatkan informasi lowongan, lamaran hingga mengikuti proses seleksi dari Solaria. Sedangkan bagi yang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, bisa langsung menanyakan tentang perguruan tinggi beserta jurusan-jurusannya.
‘’Jobfair yang diselenggarakan tidak hanya sebatas pada informasi lowongan pekerjaan tetapi juga rekrutmen calon pekerja. Kita sudah bekerjsama dengan 24 perusahaan atau instansi,’’terang Arif.
Arif mengatakan, untuk hari ke dua akan diisi dengan Education Fair atau Edufair. Melalui event ini peserta didik dapat mengenal lebih jauh tentang dunia usaha, lapangan kerja serta perguruan tinggi beserta jurusan-jurusan didalamnya.
Selain Jobfair dan Edufair acara juga dimeriahkan dengan Gelar Karya yang merupakan puncak kegiatan P5 dengan menampilkan pagelaran seni dan Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ini melibatkan peserta didik kelas X dan XI. Bazar UMKM diselenggarakan untuk memperkenalkan produk hasil karya peserta didik kepada warga.
‘’Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi awal lahirnya para enterpreneur muda yang kelak akan menciptakan lapangan kerja dan bekal kesuksesan di masa depan,’’ujarnya.
Kemudian Pentas Budaya menampilkan pagelaran gerak dan lagu sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Kemudian Bazar Kuliner dilakukan agar peserta didik dapat mengenali kualitas minat diri dan tantangan yang dihadapi dalam membuat produk.
‘’Termasuk mampu berkolabolasi dan berkomunikasi dalam kelompok untuk mencapai tujuan, mampu membuat produk serta dapat menghasilkan gagasan dan karya. Peserta didik nantinya akan menjual berbagai jenis makanan dengan mengusung tema kearifan lokal,’’tambahnya.
Ada pula Lomba poster digital. Lomba ini diikuti oleh peserta didik kelas X dan XI dengan tema tertentu. Termasuk Flying Fox.
Lebih jauh Arif mengungkapkan, siswa SMK Negeri 1 Ambal berjumlah 1217 orang dengan 4 Jurusan Keahlian. Diantaranya Teknik Otomotif, Kuliner, Program Keahlian Pemasaran, dan Desain Komunikasi Visual.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Drs Budhi Suwanto menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, Gelar karya bagian dari Program Pusat Keunggulan SMK yang merupakan mitra Disnaker untuk penempatan kerja. Dengan program ini sudah sangat membantu untuk mengurangi angka pengangguran di Kebumen.
Disebutkan dari data Disnaker, di tahun 2023, angka pengguran di Kebumen sudah mengalami penurunan. Yakni dari angka 5 ,92 turun menjadi 5 ,11 persen.
‘’Ini tentunya tidak terlepas dari kontribusi Temen -temen SMK yang meluluskan Siswa -nya setiap tahun, angkanya itu 15 .000 sekian setiap tahun. Nah ini kalau tidak dikelola dengan baik, tidak di siapkan, sehingga momen gelar Karya ini menjadi bekal bagi alumni SMK siap masuk pasar kerja,’’terang Budi.
Budi menuturkan, dengan pembekalan soft skill maupun hard skill, para siswa yang lulus pasti mampu bersaing, produktif, dan memiliki mental yang siap bekerja serta beradaptasi. Didukung lagi dengan kemampuan yang mumpuni.
‘’Sehingga pada akhirnya, angka pengangguran menurun, kemiskinan pun menurun sehingga kebumen tidak menjadi kabupaten termiskin,’’imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan SMK Wilayah IX Jawa Tengah, Suci Priyono. Ia menilai kegiatan ini sangat bermamfaat khususnya bagi para alumni, terlebih ada Jobfair dan Edufair. Ini dapat menjadi bekal para lulusan untuk mencari pekerjaan maupun melanjutkan ke perguruan tinggi.
‘’ Menurut saya ini bagus sekali ya, karna Jobfair dan Edufair para lulusan bisa langsung memilih kemana mereka mau melanjutkan, apakah mau bekerja atau ke perguruan tinggi. Saya yakin sangat bermamfaat sekali,’’ujarnya.(K24/*).
TONTON VIDEONYA :
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















