PETANAHAN, Kebumen24.com – Untuk meningkatkan ekonomi kreatif, warga Desa Grujugan Kecamatan Petanahan, Kebumen dilatih membuat kerajinan berbahan limbah bambu. Disini, limbah bambu dibuat menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual tinggi.
Kegiatan yang diselenggarakan Politeknik Piksi Ganesha Indonesia (PPGI) Kebumen itu berlangsung di balai desa setempat, Jumat, 27 Oktober 2027. Hadir Kepala Desa Grujugan Sumaji, dosen pendamping program kegiatan Blandina S.E., M.M., Ketua Kelompok Pengrajin Bambu “Srikandi” Tasiyem, Ketua program kegiatan Nasikhin, perajin bambu serta mahasiswa PPGI Kebumen.
Dosen pendamping kegiatan Blandina S.E., M.M mengatakan kegiatan ini merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) dari Kemendikti. Termasuk bagian dari program kerja Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PPGI Kebumen.
‘’ Jadi ini merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) dari Kemendikti dan bagian kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PPGI Kebumen. Kegiatan ini berlangsung dari bulan September-Desember 2023.’’jelasnya.
Blandina menjelaskan dipilihnya Desa Grujugan karena melihat potensi adanya limbah bambu dari para pengrajin yang belum di manfaatkan. Dimana sebagian besar Warga Grujugan merupakan pengrajin bambu seperti tudung, anyaman dan aneka kerajinan lainya.
“Kita melihat ada potensi yang bisa dimanfaatkan dari masyarakat Desa Grujugan yang kegiatan nya hanya menganyam bambu namun limbahnya masih belum di manfaatkan. Limbah ini tidak pernah disentuh oleh masyarakat dan hanya di diamkan selama bertahun-tahun, kadang hanya di bakar. Jadi kita punya ide untuk mengolah limbahnya. Dan ternyata dari berbagai macam limbah kita bisa menghasilkan beberapa output yang bermanfaat dan bernilai jual.”ujarnya.
Adapun limbah yang dimanfaatkan seperti yaitu potongan bambu yang sudah tidak terpakai, bubuk sisa pemotongan bambu, sisa iratan bambu, hingga daun bambu yang kering. Sedangkan untuk barang kerajinan yang dibuat yakni berupa paperbag, gantungan kunci bambu, kertas dari serat bambu, lampion bambu hingga briket arang bambu.
Sementara itu kepala Desa Grujugan menyambut baik dan menilai kegiatan sangat bermanfaat khususnya bagi para perajin bambu untuk meningkatkan perekonomian memreka. Diharapkan pelatihan ini bisa mendongkrak perekonomian warga serta menjadi daya tarik di Desa sebagai kampung tudung di Petanahan.
“Saya berterima kepada PPGI bersama mahasiswanya yang telah memberikan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ini. Semoga hal ini bisa menjadi pemasukan tambahan ke kelompok masyarakat desa kami. Saya juga berharap program ini bisa berkelanjutan supaya kegiatan ini bisa bermanfaat lebih maksimal lagi khususnya bagi kelompok Srikandi.” tuturnya. (K24/IF)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















