KEBUMEN, Kebumen24.com –Pergantian Struktural KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kebumen dinilai kurang tepat di saat waktu pemilu sudah dekat. Ini menjadi sorotan karna dikhawatirkan dapat menurunkan suara partai Gerindra di pemilu 2024 nanti. Terlebih, sosok KSB ini merupakan bagian dari perintis partai dan bukan pewaris.
Hal itu ditesampaikan Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) 2024 partai Gerindra Kebumen Jenu Arifiadi, Rabu 1 Maret 2023. Menurutnya, Surat Keputusan (SK) baru tersebut kurang bijak dan terburu buru
Mantan Anggota DPRD Kebumen ini menyatakan ada beberapa alasan kenapa SK ini sebaiknya dikaji ulang. Pertama mempertimbangkan tahapan pemilu 2024 sudah dekat, kedua agar tidak menimbulkan kegaduhan di internal partai.
Kemudian melihat dari capaian kerja pengurus lama sudah cukup baik dan Agung Prabowo dkk bukanlah sosok baru dipartai, melainkan bagian dari perintis yang turut membesarkan nama Gerindra di Kebumen.
Dari beberapa alasan tersebut, harusnya ada evaluasi dan bisa dipertimbangkan kembali. Termasuk memberikan kesempatan kepada pengurus lama hingga sampai akhir pemilu 2024 untuk meraih target yang telah direncanakan.
‘’ Ini ada apa, tiba tiba kok ada SK baru pergantian Ketua, Sekretaris dan Bendahara sedangkan tahapan dan persiapan pemilu sudah dilewati, ibarat tinggal satu langkah lagi. Dan semua pasti tahu, Mas Agungdkk bukan orang baru di partai, tapi bagian dari perintis Gerindra di Kebumen, bukan pewaris. Untuk itu kami sangat berharap khususnya kepada DPD dan DPP Gerindra bisa menangguhkan SK tersebut. berilah pengurus lama kesempatan untuk membuktikan kinerjanya di pemilu 2024. Kalo memang tidak sesuai dengan target, baru pengurus lama harus mengundurkan diri. Itu konsekuensinya,’’tegasnya.
Lebih jauh Jenu mengatakan, sebelumnya, mayoritas Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra se Kabupaten Kebumen telah menandatangani petisi keberatan dengan adanya pergantian pengurus DPC yang baru. Itu dilakukan di pendopo kediaman Ketua DPC Gerindra yang lama Agung Prabowo, Minggu 26 Februari 2023 kemarin.
Kegiatan juga dihadiri sayap sayap partai mulai dari PPIR, PIRA, GEMBIRA, TIDAR, SATRIA. Mereka hadir dengan kesadaran diri tanpa adanya intervensi dan pengkondisian. Ini sekaligus sebagai bentuk kesiapan struktural menuju pemenangan Prabowo menjadi Presiden pada pemilu 2024 mendatang.
Selain itu, PAC juga menyayangkan pergantian SK ini di lakukan saat pengurus DPC Gerindra yang lama sudah mempersiapkan mulai dari struktural di tingkat PAC hingga tingkat ranting hingga perekrutan bacaleg. Bahkan, pengurus lama juga sudah sudah menandatangani fakta integritas terkait target pencapaian pemilu 2024, yakni dari yang semula 7 menjadi 10 kursi.
” Intinya para pengurus ini meminta pergantian pengurus itu seyogyanya pergantian itu di lakukan setelah pemilu berakhir bukan di saat pengurus DPC sudah mempersiapkan diri mulai pembentukan pengurus PAC sampai di tingkat ranting dan saksi, hingga perekrutan bacaleg malah pengurus DPC Gerindra di ganti, ini kan tidak pas.”ujarnya.
Hal senada juga diutarakan Bangun, selaku Bendahara DPC Gerindra Kebumen lama. Ia menyebut jika ada pergantian pengurus harusnya dilakukan tahun 2021, bukan sekarang. Ini dikarnakan pengurus lama sudah bersusah payah menyusun program untuk kontestasi pemilu 2024 mendatang.
‘’ Harusnya penyerahan tongkat estafet dilakukan tahun 2021. Jangan sekarang, jadi pengurus yang baru punya tugas, jangan seenaknya saja, tinggal garis finish mau diambil.’’ucapnya.
Tak hanya itu, Bangun pun menyatakan, jika dalam pemilu 2024 pencapaian tidak sesuai yang tertera di fakta integritas, maka pengurus DPC yang lama siap untuk mengundurkan diri tanpa harus di ganti.
‘’ Tapi apa yang terjadi, baru saja ditandatangani di atas materai belum di kerjakan justru malah pengurus DPC Gerindra malah di ganti. Padahal kami siap kok jika nanti pemilu tidak sesuai target, tanpa diganti, kami yang membuat surat pengunduran diri sendiri,’’imbuhnya.
Sementara itu, Parjono selaku Sekretaris DPC Gerindra lama menyampaikan sejak dikeluarkanya SK pergantian pengurus yang baru, hingga saat ini belum ada juga serah terima baik baik aset bergerak maupun tidak bergerak. Bahkan heranya lagi, stempel partai pun masih masih ia pegang, namun pengurus baru sudah memiliki cap sendiri dengan korp yang berbeda dengan yang lama.
‘’ Saya menilai pergantian SK baru ini dilakukan tanpa mengedepankan komunikasi terlebih dahulu. Kemudian kurangnya mekanisme dan melalukan Tabayyun. Bahkan sampai hari ini belum ada ada serah terima apa pun, baik aset bergerak maupun tidak bergerak, stempel dan lain lain juga masih ada sama kami. harusnya kan ada komunukasi duduku bareng lah. Dan Pada dasarnya panji panji kebesaran partai harus dijunjung tinggi,’’katanya.
Disisi lain, Parjono berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kader partai Gerindra agar kedepan lebih bijak dan menggunakan etika dalam berorganisasi. Ia tidak ingin, keutuhan partai dirusak oleh kelompok tertentu atau kepentingan sepihak semata.(k24/*/ar).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















