KARANGGAYAM, Kebumen24.com,- Persoalan Sampah, yang menjadi permasalahan lingkungan di Desa Kebakalan Kecamatan Karanggayam sepertinya sebentar lagi bisa terselesaikan. Desa berencana membuat tempat pengolahan Sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
Pasalnya Sampah kalau bisa diolah kembali atau didaur ulang akan menjadi berbagai benda yang memiliki nilai, utamanya Sampah plastik yang tidak bisa terurai oleh lingkungan. Begitu juga, Sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk kompos, yang tentunya akan menyuburkan tanah, sehingga persolaan lingkungan bisa teratasi.
Rencana tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Kebakalan R Wiwit Setiyawan Wijayanto,S.Sos yang menuturkan tempat pengolahan Sampah rencananya akan menggunakan tekhnologi tepat guna, inovasi dari para pemuda desa. Yakni tempat pembakaran, yang menggunakan bahan bakar oli bekas.
Dimana limbah pembakaran sampah akan dibuat paving block agar bisa diperjualbelikan atau dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Tentunya hal ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Kebakalan.
Kemudian, untuk pengambilan Sampah ke rumah rumah warga akan dilakukan perbaikan per pedukuhan. Setelah itu, Sampah dikumpulkan di satu tempat untuk diproses lebih lanjut.
” Rencana pengolahan Sampah di Desa Kebakalan ini diawali dari tingkat dukuh dulu, kebetulan kita sudah terlegalitaskan sudah ada dana sudah kita SK kan berkonsultasi dengan dinas terkait yaitu dinas Lingkungan Hidup, sekarang sudah mulai proses pelaksanaan pembuatan tempat rumah atau gubug untuk tempat pembuangan sampah dan tempat untuk penyortiran sekaligus pembakaran Sampah itu sendiri yang tidak bisa terurai dan tidak laku untuk penjualan ataupun yang tidak bisa kita manfaatkan kita bakar dengan menggunakan alat tekhnologi tepat guna dan menggunakan bahan bakar oli bekas, sedangkan limbah dari pembakaran itu sendiri juga nanti kita upayakan untuk sebagai bahan pembuatan seperti Paving Block terus pagar yang menggunakan semen dan campuran bahan tersebut,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sampah sampah ini juga dibeli dari pengelola untuk diolah menjadi barang jadi. Sehingga, masyarakat yang menyetorkan sampahnya mendapatkan keuntungan dari sampah tersebut.
Uang yang didapatkan masyarakat tersebut nantinya juga bisa dipergunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, apabila ada kelebihan dari uang penyetoran sampah, akan diberikan kembali kepada masyarakat.
Hal ini tentunya akan menambah semangat masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari sampah plastik. Agar kemudian, lingkungan di tempat mereka tinggal menjadi lingkungan yang sehat dan tidak tercemar.
” Untuk sampahnya itu sendiri, proses pengumpulannya itu, si pengelola mendatangi ke warga, jika warga sudah menyiapkan kita ambil dan kita sortir nanti yang laku itu pengelola memberi uang kepada warga yang pengepul sampah itu yang laku, rencananya nanti uang itu akan digunakan untuk pembayaran PBB, sehingga pertama dari team pengelola Sampah itu untuk kelestarian lingkungan dan untuk membantu warga khusunya membantu PBB dari hasil sampah itu sendiri,” ujarnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya tempat pengolahan Sampah di desanya, bisa untuk menjaga kelestarian lingkungan. Serta bisa dimanfaatkan bersama, bukan hanya tingkat dukuh, namun juga hingga tingkat desa.
Dimana, di Desa yang belum mempunyai solusi untuk permasalahan Sampah, Desa Kebakalan bisa membantu dengan adanya tempat pengolahan sampah ini. Sehingga, bisa turut menjaga kelestarian lingkungan bersama sama.
” Harapannya ini bisa berkembang lagi ke tetangga desa yang memang butuh untuk mengatasi Sampah dan belum mempunyai solusi untuk mengatasi masalah Sampah, harapannya juga desa Kebakalan bisa menjadi solusi penyelesaian masalah Sampah tersebut,” pungkasnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















